My Journey

My Journey
Sekapur Barus
Isi tulisan dipersembahkan hanya untuk diri sendiri, langkah apresiasi terhadap usaha diri, berjuang hidup untuk mandiri, menikmati hidup yang hanya sekali, sebagai bukti bahwa diri pernah berdiri dan menjalani hidup tanpa menyesali. Dipersilahkan kepada para penjelajah dunia maya untuk menjelajahi blog ini. blog yang berisi kumpulan tugas kuliah,catetan dan kejadian aneh lainnya. NO SARA , NO PORNO , NO RASIS . salam damai ! ! !

Selasa, 12 Februari 2013

Eksplorasi Geokimia


LATAR BELAKANG
Bidang kelautan yang mempelajari segala hal mengenai proses yang terjadi didalam lautan.Baik pergerakan komponen fisis maupun kimia.Dalam hal ini kita kan lebih banyak membahas proses kimia yang terjadi dilautan.Khususnya kita akan membahas mengenai Geokimia.Geokimia merupakan salah satu disiplin ilmu yang ada saat ini.Geokimia berasal dari dua buah  disiplin ilmu yaitu ilmu geologi dan kimia.Hal ini bukan merupakan penggabungan ilmu,namun merupakan disiplin ilmu yang hanya membantu menjelaskan fenomena fenomena geologi yang terjadi  dan ditinjau dari sisi kimianya.Sebelum masuk lebih dalam mempelajari Geokimia kita harus memahami ilmu geologi terlebih dahulu.Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam memahami ilmu geokimia.Ilmu Geologi sendiri terdiri dari banyak cabang,diantaranya:mineralogi, petrologi, sedimentologi, geomorfologi, paleontologi, geologi struktur stratigrafi dan lain lain.

Geokimia adalah ilmu yang Geokimia adalah ilmu yang mempelajari kandungan unsur dan isotop dalam lapisan bumi, terutama yang berhubungan dengan kelimpahan (abundant), penyebaran serta hukum-hukum yang mengontrolnya. Dari dasar ini berkembang beberapa cabang ilmu geokimia di antaranya yaitu geokimia panasbumi, geokimia mineral, geokimia petroleum dan geokimia lingkungan.

Geokimia memiliki beberapa definisi, definisi yang dilakukan oleh Goldschmidt menekankan pada dua aspek,yaitu:
1.Distribusi Unsur dalam bumi (deskripsi)
2.Prinsip-prinsip yang mengatur distribusi tersebut diatas (interpretasi)

Pada dasarnya definisi ini menyatakan bahwa geokimia mempelajari jumlah dan distribusi unsur kimia dalam mineral, bijih, batuan tanah, air, dan atmosfer. Tidak terbatas pada penyelidikan unsur kimia sebagai unit terkecil dari material, juga kelimpahan dan distribusi isotop-isotop dan kelimpahan serta distribusi inti atom.

Didalam lautan sendiri banyak hal yang berkaitan dengan proses geokimia.Khususnya pada kandungan sedimen laut dan lapisan dasar lautan.Pada makalah ini akan dibahas mengenai Eksplorasi Geokimia.
 
2.1 Geokimia
Keberadaan dan munculnya Geokimia sebagai cabang ilmu geologi baru menyebabkan munculnya metode metode dan data observasi baru.Hal yang menarik perhatian para ahli sedimentologi adalah awal mulanya sebagian besar penelitian mengenai geokimua mengarah pada penelitian kuantitatif untuk mengetahui penyebaran unsur-unsur kimia dialam, termasuk akan penyebaran dalam batuan sedimen.Seiring berjalannya waktu data tersebut menuntun pada kenyataan untuk memahami apa yang disebut siklus geokimia(geochemical cycle) serta penemuan hukum-hukum yang mengontrol penyebaran atau distribusi unsur dan proses proses yang menyebabkan timbulnya pola penyebaran dan distribusi seperti itu.
Baru-baru ini, kimia nuklir (nuclear chemistry) menyumbangkan sebuah “jam” dan “termometer” yang pada gilirannya membuka era penelitian baru terhadap sedimen. Unsur-unsur radioaktif, khususnya 14C dan 40K, memungkinkan dilakukannya metoda penanggalan langsung terhadap batuan sedimen tertentu. Metoda 14C, yang dikembangkan oleh Libby, dapat diterapkan pada endapan resen. Metoda 40K/40Ar terbukti dapat diterapkan pada glaukonit, felspar autigen, mineral lempung, dan silvit yang ditemukan dalam endapan tua. Analisis isotop dapat digunakan untuk menentukan temperatur purba. Metoda Urey—berdasar-kan nisbah 16O/18O yang merupakan fungsi dari temperatur—dapat dipakai untuk menaksir temperatur pembentukan cangkang fosil yang ada dalam endapan bahari. Meskipun “jam” dan “termometer” tersebut masih memperlihatkan kekeliruan, namun harus diakui bahwa keduanya telah memberikan kontribusi yang berarti terhadap pemelajaran sedimen.
Berbagai kajian teoritis dan eksperimental tentang stabilitas mineral pada berbagai kondisi oksidasi-reduksi (Eh) dan pH dilakukan oleh Garrels dan beberapa ahli lain (lihat Garrels & Christ, 1965). Penelitian aspek-aspek geokimia sedimen banyak menambah pengertian kita tentang endapan sedimen. Buku-buku yang membahas tentang topik-topik geokimia sedimen antara lain adalah Geochemistry of Sediments karya Degens (1965) dan Principles of Chemical Sedimentology karya Berner (1971).
2.2 Eksplorasi Geokimia
Pengertian Eksplorasi atau prospeksi geokimia didefinisikan sebagai pengukuran sistematis terhadap satu atau lebih trace elements (unsur-unsur jejak) dalam batuan, soil, sedimen sungai, vegetasi, air atau gas dengan tujuan untuk menentukan anomali-anomali geokimia (Levinson, 1974; Rose et al, 1979; Joyce, 1984; Chaussier, 1987).
Untuk mengukur kelimpahannya melalui Eksplorasi Geokimia khusus mengkonsentrasikan pada pengukuran kelimpahan, distribusi, dan migrasi unsur-unsur bijih atau unsur-unsur yang berhubungan erat dengan bijih, dengan tujuan mendeteksi endapan bijih. Dalam pengertian yang lebih sempit eksplorasi geokimia adalah pengukuran secara sistematis satu atau lebih unsur jejak dalam batuan, tanah, sedimen sungai aktif, vegetasi, air, atau gas, untuk mendapatkan anomali geokimia, yaitu konsentrasi abnormal dari unsur tertentu yang kontras terhadap lingkungannya (background geokimia).
Eksplorasi ini dilakukan dengan maksud kita dapat menganalisis didaerah/batuan/lapisan mana yang memiliki kandungan kandungan kimia.Contohnya:unsur-unsur bijih besi, minyakbumi, gas alam dan lain lain.Dimana keberadaan unsur unsur tersebut berada dalam kondisi yang  tidak tetap, melainkan selalu bermigrasi yang merupakan akbat dari aktivitas lempeng bumi yang berada diatas magma.Kondisi yang tidak stabil ini menyebabkan pergerakan pergerakan lempeng bumi yang nantinya akan mempengaruhi kondisi unusr unsur yang berada didalam lempeng bumi.Sehingga eksplorasi geokimia perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan lokasi eksplorasi.
2.2.1 Prinsip Dasar Eksplorasi Geokimia
Segala hal yang pastinya memiliki prinsip prinsip yang memberikan karakteristik.Sama akan halnya pada Eksplorasi Geokimia juga memiliki beberapa prinsip prinsip dasar yang perlu diperhatikan.Prinsip dasar eksplorasi geokimia pada dasarnya terdiri dari 2 metode:
1. Metode yang menggunakan pola dispersi mekanis diterapkan pada mineral yang relatif stabil pada kondisi permukaan bumi (seperti: emas, platina, kasiterit, kromit, mineral tanah jarang). Cocok digunakan di daerah yang kondisi iklimnya membatasi pelapukan kimiawi.
2. Metode yang didasarkan pada pengenalan pola dispersi kimiawi. Pola ini dapat diperoleh baik pada endapan bijih yang tererosi ataupun yang tidak tererosi, baik yang lapuk ataupun yang tidak lapuk.
Pola ini terlihat kurang seperti pada pola dispersi mekanis, karena unsur-unsurnya yang membentuk pola dispersi bisa :
a. Memiliki mineralogi yang berbeda pada endapan bijihnya (contohnya: serussit dan  anglesit terbentuk akibat pelapukan endapan galena)
b. Dapat terdispersi dalam larutan (ion Cu2+ dalam airtanah berasal dari endapan kalkopirit)
c. Bisa tersembunyi dalam mineral lain (contohnya Ni dalam serpentin dan empung yang berdekatan dengan sutu endapan pentlandit)
d. Bisa teradsorbsi (contohnya Cu teradsosbsi pada lempung atau material organik pada aliran sungai isa dipasok oleh airtanah yang melewati endapan kalkopirit)
e. Bisa bergabung dengan material organik (contohnya Cu dalam umbuhan atau hewan)
Kemudian ada beberapa hal yang mendasar dan sangat perlu kita ketahui .Hal Dasar Yang Berkaitan Dengan Prospeksi Geokimia:
1.Unsur penunjuk (indicator element) = unsur utama bijih dalam badan bijih yang dicari
2.Unsur jejak (pathfinder element) = berasosiasi dengan badan bijih tapi sulit dideteksi, lebih bebas dari bising, atau lebih luas penyebarannya dari unsur petunjuk.
2.2.2 Metode Eksplorasi Geokimia
Dalam eksplorasi geokimia tidak bisa dilakukan tanpa tahapan yang benar dan sistematis.Para peneliti pun mencuba membuat tahapan tahapan untuk melakukan eksplorasi geokimia.Urutan Eksplorasi Geokimia Secara Umum (Peters, 1978)
a.Seleksi metode, elemen-elemen yang dicari, sensitivitas dan ketelitian yang dinginkan, serta pola sampling.
b.Kegiatan pendahuluan atau program sampling lapangan dgn mengecek contoh-contoh secara umum dan  kedalaman contoh untuk mnentukan level yg dapat diyakini & mengevaluasi faktor bising (noise).
c.Analisis contoh, dilapangan dan laboratorium dengan analisis cek yang dibuat pada beberapa metode.
d.Melakukan statistik dan evaluasi geologi dari data (geologi & geofisika).
e.Konfirmasi anomali semu, sampling lanjutan, serta analisis & evaluasi pada area yang lebih kecil, menggunakan interval sampling yg lebih rapat & penambahan metode geokimia.
f.Penyelidikan target dengan suatu ketentuan untuk sampling ulang & penambahan analisis dari contoh-contoh yang telah adaKonsep atau Prinsip Dasar Eksplorasi Geokimia.
Tiap eksplorasi geokimia terdiri dari tiga komponen, yaitu sampling (pengambilan contoh), analisis, dan interpretasi. Ketiganya komponen tersebut merupakan fungsi bebas yang saling terkait. Kegagalan yang terjadi  pada tahap yang satu akan mempengaruhi tahap berikutnya.Kemudian dalam pemilihan metode-metode yang akan digunakan eksplorasi geokimia, harus disesuaikan dengan jenis endapan yang akan dicari. Adapun pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan pada masing-masing tahapan eksplorasi pemilihan metode dapat digambarkan secara umum seperti terlihat pada Tabel.
Tahap
Metode
Jenis Mineral
Pendahuluan
Citra Landsat
Semua
Sintesis
Regional
Semua
Survey
Tinjau Foto Udara
Semua
AeromagnetikLogam Dasar
Pemetaan Geologi
Semua
Pengukuran
Penampang Stratigrafi
Contoh: Batubara
Sampling
Stream Sediment Sampling
Logam Dasar

Pendulangan
Mineral Berat
Prospeksi Umum
Pemetaan Geologi
Semua
Sampling
Stream Sediment
Logam Dasar

Gaya Berat
Non metalik

SeismikSingenetik
Magnetik Logam

Rock Sampling
Semua
Prospeksi Detail
Pemetaan Geologi
Semua

Soil Sampling (Geokimia)
Logam Dasar

Rock Sampling (Geokimia)
            Semua

Metode Analitis Dalam eksplorasi geokimia tidak perlu mengutamakan akurasi yang tinggi, yang terpenting cepat, tidak mahal dan sederhana. Metode yang banyak digunakan dalam prospeksi geokimia adalah kromatografi, kolorimetri, spektroskopi emisi, XRF, dan AAS. Metode lain yang juga digunakan dalam kasus khusus adalah aktivasi neutron, radiometri dan potensiometri. AAS (atomic absorpsion spectrometry) merupakan teknik yang paling banyak dipakai dalam analisis unsur tunggal standar.


Alat-alat yang lebih canggih dapat menganalisis multi unsur, seperti:
•Plasma emissin spectrometry menganalisis 12 unsur utama (Cu, Pb, Zn, Ag, W, Sb, Ba, Ni, Mn, Fe, Cr, Sn) dan 10 unsur berguna baik sebagai unsur pennyertamaupun untuk pemetaan geologi: V, P, As, Mo, B, Be, Cd, Co, Ni, Y
•Optical emission spectrometry yang langsung dibaca : quantometer, yang mengukur secara simultan 7 unsur dan 26 unsur jejak.
2.3 Dispersi
Dispersi geokimia adalah proses menyeluruh tentang transpor dan atau fraksinasi unsur-unsur. Dispersi dapat terjadi secara mekanis (contohnya pergerakan pasir di sungai) dan kimiawi (contohnya disolusi, difusi dan pengendapan dalam larutan). Tipe dispersi ini akan mempengaruhi pemilihan metode pengambilan conto, pemilihan lokasi conto, pemilihan fraksi ukuran dan sebagainya.
2.4 Lingkungan Geokimia
Dalam Eksplorasi Geokimia kita juga perlu mengetahui jenis jenis lingkungan geokimia itu sendiri.Lingkungan geokimia primer adalah lingkungan yang berada di bawah zona pelapukan yang dicirikan oleh tekanan dan temperatur yang besar, sirkulasi fluida yang terbatas, dan oksigen bebas yang rendah. Sebaliknya, lingkungan geokimia sekunder adalah lingkungan pelapukan, erosi, dan sedimentasi, yang dicirikan oleh temperatur rendah, tekanan rendah, sirkulasi fluida bebas, dan melimpahnya O2, H2O dan CO2. Pola geokimia primer menjadi dasar dari survey batuan sedangkan pola geokimia sekunder merupakan target bagi survey sedimen.

2.5 Mobilitas Unsur
Mobilitas unsur yang dimaksud disini adalah kemudahan unsur bergerak dalam lingkungan geokimia tertentu. Beberapa unsur dalam proses dispersi dapat terpindahkan jauh dari asalnya, ini disebut mudah bergerak atau mobilitasnya besar, contohnya: unsur gas mulia seperti radon. Rn dipakai sebagai petunjuk dalam prospeksi endapan Uranium. Mobilias unsur akan berbeda dalam lingkungan yang berbeda, contohnya : F bersifat sangat mobil dalam proses pembekuan magma (pembentukan batuan beku), jebakan pneumatolitik dan hidrotermal, namun akan sangat tidak mobil (stabil sekali) dalam proses metamorfose dan pembentukan tanah. Bila F masuk ke air akan menjadi sangat mobil kembali.Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mobilitas unsur ini juga dipengaruhi pergerkan lempeng akibat magma.Unsur yang berbeda yang ditemukan dalam suatu endapan bisa memiliki mobilitas yang sangat berbeda, sehingga mungkin tidak memberikan anomali yang sama secara spasial.
2.6 Anomali Geokimia
Anomali geokimia dapat kita cari dengan terlebih dahulu mencari nilai background dimana nilai background berhubungan dengan endapan bijih.Dalam menentukan anomali geokimia diperlukan adanya nilai ambang/nilai batas yang digunakan untuk menentukan anomali.Nilai batas tersebut disebut threshold yaitu nilai rata-rata plus dua standar deviasi dalam suatu populasi normal. Semua nilai di atas nilai threshold didefinisikan sebagai anomali.
2.7 Aplikasi
 Aplikasi atau contoh nyata yang dapat dilihat dari geokimia salah satunya adalah metode yang digunakan oleh sedimentologist dalam mengumpulkan data dan bukti pada sifat dan kondisi depositional batuan sedimen, yaitu analisis kimia dari batu, melingkupi geokimia isotop, termasuk penggunaan penanggalan radiometrik, untuk menentukan usia batu, dan kemiripan dengan daerah sumber. Metode ini pertama kali dipakai pada tahun 1970an dimana penelitian sedimentologi mulai beralih dari makroskopis dan fisik ke arah mikroskopis dan kimia. Dengan perkembangan teknik analisa dan penggunaan katadoluminisen dan mikroskop elektron memungkinkan para ahli sedimentologi mengetahui lebih baik tentang geokimia. Perkembangan yang pesat ini memacu kita untuk mengetahui hubungan antara diagenesa, pori-pori dan pengaruhnya terhadap evolusi porositas dengan kelulusan batu pasir dan batugamping.
Saat ini berkembang perbedaan antara makrosedimentologi dan mikrosedimentologi. Makrosedimentologi berkisar studi fasies sedimen sampai ke struktur sedimen. Di lain fihak, mikrosedimentologi meliputi studi batuan sedimen di bawah mikroskop atau lebih dikenal dengan petrografi.

Daftar Pustaka : 
2.www.wikipedia.org


Sabtu, 09 Februari 2013

tutup tahun dan awal tahun


Penutup tahun 2012 dan awal tahun 2013 adalah zona “merah jambu” bagi saya. Dimana Predator2010 yang kebetulan saya diamanahi sebagai Pembantu Utama-nya, dan hal tersebut menjadi prioritas utama saya diakhir tahun 2012. Seperti budaya-budaya sebelumnya, mahasiswa baru akan dibimbing langsung oleh kakak 2 tingkat diatasnya. Dan itulah waktu kami Predator2010 untuk membimbing adik kami yang nantinya akan membawa identitas Albatross2012. Tidak semulus jalan aspal untuk membawa kami hingga tujuan,tepatnya jalan berbatu, ber-beling dan berlumpur yang telah kami lewati. Beribu tantangan dan permasalahan baru yang harus kami hadapi, bahkan konflik disana sini terjadi tuk menggoyah langkah kami.
Predator-argggh

Memang inilah yang dirasakan abang 2008 ketika membimbing kami yang masih berstatus mahasiswa baru. Dan akhirnya lebih mengerti dan faham atas semua yang dilakukan mereka saat itu. Berjalannya rangkaian kegiatan ini adalah “Harga Mati” tak bisa ditawar layaknya interaksi pembeli-pedagang dipasar tradisional yang kian tersingkir oleh market market swasta. Layaknya kemerdakaan bangsa ini, dan itu Harga Mati untuk merdeka.
Singkat cerita, melaksanakan rangkaian kegiatan selama 1 minggu lebih tidaklah mudah. Dan lebih mengkhawatirkan kondisi panitia yang terus bekerja selama waktu tersebut. Meskipun badai sempat menerjang lokasi tersebut, namun kian hari badai makin mereda seakan alampun merestui kami. Kami tetap fokus memberikan yang terbaik untuk kelautan, berharap mereka puas dengan apa yang sudah kami usahakan.
Dan atas nama pribadi, saya ucapkan terimakasih banyak sekali untuk teman saya prada, ludy, teo, rengga dan khususnya seluruh Predator2010 yang tidak mampu saya tuliskan namanya satu persatu “Kalian emang SUPER”. Meskipun banyak kekurangan, kami bangga sebagai Predator2010.

Senin, 31 Desember 2012

Revolusi Bumi


Hingar bingar dipenghujung malam berisiknya bunyi petasan, seruan terompet memecah mimpi binatang yang lelap tenggelam dalam tidur nyenyaknya. Ramai, malam penghujung permulaan kembali revolusi bumi dalam mengarungi lintasan invisible-nya memutari bintang paling terang di galaksi bima sakti-sumber kehidupan. Bak seperti siang tengah bolong makhluk berakal berpesta pora, bergembira bersama-sama menyambut masa baru dan melupakan masa lalu. Melupakan segala tetekbengek problematika yang dihadapinya dan membuangnya pada tiupan terompet yang bercampur jigong berasa sajian makanan kelas mancanegara hingga sajian semur jengkol khas warung kaki lima jakarta. Diramaikan stasiun tv yang berlomba-lomba mengundang artis-musisi kelas atas tuk menghibur makhluk-makhluk butuh hiburan. Bahkan khusus malam ini, program-program stasiun tv ber-genre horror yang biasa beredar ditengah malampun artis pemainnya terpaksa diliburkan sementara waktu. Fenomena setahun sekali terjadi diikuti anemo masyarakat yang sangat besar.
about me
Pergantian tahun yang rutin terjadi setiap tahun dimana menandakan pengulangan kembali waktu revolusi bumi Selalu menjadi hot topik diakhir tahun. Waktu peralihan berisi harapan, keinginan, impian manusia untuk satu tahun kedepannya. Berharap tahun 2013 menjadi tahun yang lebih baik dari tahun 2012. Dimudahkan dalam menghadapi kerasnya hidup, dikabulkan segala keinginan dan mimpi. Bahkan sepertinya KPK berharap tahun 2013 tidak menjadi tahun yang sulit bagi lembaga pemberantas tikus tikus penggerogot istana negara. Yap, tahun 2012 menjadi tahun ujian bagi KPK dan yang paling belum melewati tanggal kadaluarsa yaitu cicak vs buaya #part2. Saya berdoa khusus untuk kasus ini dan pemberantasan yang dilakukan KPK tidak lepas dari andil pedagang kaki lima “racun tikus kering, ampuh, tidak bau-beli 3 dapet 1”.
Boleh-boleh saja kita berharap, bermimpi dan berangan-angan. Sudah lihat tayangan pemberitaan yang berisi prediksi kondisi harga-harga kebutuhhan masyarakat ditahun 2013?harga-harga kebutuhkan akan naik baik listrik, air dan pastinya BBM. Keadaan yang membuat kita berpikir 3x untuk survive ditahun 2013, mungkin tahun tersebut bisa jadi menjadi tahun yang lebih sulit. Dimana terjadi inflasi, pasar asing semakin berkembang mengurangi lahan peruntukan pasar domestik. Sulit, penuh tantangan bukan hambatan memaksa tangan ini berbuat lebih banyak, kaki melangkah lebih jauh, mata terbuka lebar lebih lama, mulut makin selalu berdoa #5cm. Tidak dapat dipastikan yang ada didepan kita, ibarat mata kita minus, tidak memakai kacamata dan matahari mulai tenggelam diujung barat. Pedoman yang dapat menjadi pegangan yaitu hanya lampu yang menyala entah 5 watt, 20 watt, 70 watt tergantung gumpalan hati ditubuh.
Renungkan, sebanyak apa niat dan kebaikan yang sudah dicatat malaikat?sebanyak apa keburukan yang sudah dicatat pula? Sebandingkah dengan 365 hari yang diberikan?

Jumat, 28 Desember 2012

siapa saya, anda, kita ???

Ketika memulai tulisan ini saya teringat kejadian pada tahun 2010 lalu.Media cetak regional maupun nasional bersama-sama memberitakan seputar Ujian Nasional tingkat SMA atau sederajat. Peristiwa yang setiap tahun meramaikan tajuk berita media cetak maupun tidak pada selang waktu bulan April. Namun pemberitaan Ujian Nasional tingkat SMA atau sederajat tahun ajaran 2010 terlihat berbeda. Pembocoran soal jawaban, tingkat kecurangan siswa, sidak dari kementrian pendidikan dan lain sebagainya itu hal yang “lumrah” diberitakan setiap tahunnya. Berbeda untuk Ujian Nasional tingkat SMA atau sederajat tahun 2010 khususnya diwilayah yogyakarta. ” Jumlah ketidaklulusan siswa SMA di DIY hingga 23,70 persen, tercatat sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah. Pihak Disdikpora berencana membentuk tim untuk mencari penyebab ketidaklulusan”, kutipan dari salah satu pemberitaan media online.Yogyakarta memiliki tingkat kelulusan terendah se-pulau jawa pada saat itu.
” Mereka gagal dalam ujian nasional karena tidak lulus di mata pelajaran sosiologi dan Bahasa Indonesia”, pengakuan dari salah satu kepala sekolah. Kita tidak perlu membahas tingkat kelulusan SMA diyogyakarta karena pastinya sudah dibahas dan ditindak lanjuti dinas pendidikan. Salah satu kutipan berita terlihat beberapa kata yang berbeda dengan kata lainnya. Hal itulah yang perlu kita garis tebal, begitu prihatin ketika kita mendengar pemberitaan seperti itu. Diantara siswa-siswa tersebut, mereka tidak lulus pada mata pelajaran BAHASA INDONESIA, sejauh itukah?.
Sungguh ironis kejadian tersebut, bahasa indonesia yang merupakan bahasa resmi bangsa ini menjadi sebuah kendala. Jangan menyalahkan siswa-siswa kita, mereka hanyalah korban. Korban dari dampak negatif arus globalisasi , para pendahulu dan sistem pendidikan. Ketiga hal tersebut yang mendasari terciptalah kondisi yang kita alami sekarang. Masih banyak generasi muda yang lupa bagaimana menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Cenderung mereka lebih nyaman dan menyukai berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah maupun bahasa “gaul”. Bahkan masih banyak diantara kita yang belum sepenuhnya paham istilah istilah pada kamus besar bahasa indonesia, Minim sekali pelajar kita membuka kamus besar bahasa indonesia dan pastinya mereka lebih sering membuka kamus bahasa inggris.Sudah punyakah anda kamus besar bahasa indonesia?Terlalu mudah ataukah kita terlalu meremehkan bahasa kita sendiri?
Pesatnya perkembangan arus globalisasi yang kita rasakan ini, benar benar memberikan dampak besar dalam kehidupan bermasyarakat termasuk bahasa. Teknologi yang semakin maju mempermudah akses masuknya hal tersebut, termasuk pula interaksi kultur budaya. Dampak terhadap Kultur budaya berbahasalah yang mendapat urutan pertama efek globalisasi. Dalam mengakses informasi global kita harus berkomunikasi, baik verbal atau non verbal. Diawali berkomunikasilah secara tidak langsung kita merekam informasi kultur bahasa dari lawan interaksi kita. Semakin sering kita berinteraksi dengan dunia luar semakin terbiasa pula kita merekam informasi tersebut. Sehingga secara tidak kita sadari hal tersebur akan terakumulasi menjadi kebiasaan sehari hari kita.
Perilaku dari para pendahulu atau yang biasa kita sebut orang tua, menjadi faktor terpenting. Ada peribahasa “buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya” yang bermakna perilaku seorang anak tidak akan berbeda jauh dengan perilaku orang tuanya, termasuk juga perilaku dalam berkomunikasi. Mengapa begitu banyak generasi muda kurang menyukai atau terbiasa untuk berkomunikasi menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar? Kaitannya mereka lebih menyukai menggunakan bahasa “gaul” atau daerah. Penggunaan bahasa daerah memang memiliki nilai positif, yaitu dalam mempertahankan nilai dari budaya kita. Keberagaman suku yang ada di negri ini maka beragam pula bahasa suku tersebut. Orang tua yang memiliki latar berlakang adat yang kental cenderung untuk menggunakan bahasa suku mereka dalam berkomunikasi sehari-hari sehingga secara perlahan kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa resmi akan semakin tersingkir. Semakin sering orang tua menggunakan bahasa tersebut dirumah dan hal ini akan semakin mudah terekam pada tiap generasi muda sehingga mau tidak mau akibat kebiasaan mereka akan meniru perilaku dari orang tua mereka. Dan kita tahu, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap anak yang lahir. Lingkungan inilah yang menjadi faktor penentu karakter anak tersebut. Bahkan dipedalaman sunda, masih terdapat masyarakat yang tidak mengerti bahasa indonesia apalagi dipedalaman irian, kalimantan dan pulau-pulau lainnya. Masyarakat kita masih belum paham arti pentingnya bahasa indonesia sebagai identitas utama kebangsaan kita.
Pemerintah juga mengupayakan dalam mencerdaskan pelajarnya. Salah satunya pencerdasan berbahasa indonesia, sejak kita duduk dibangku sekolah dasar hingga pada jenjang perguruan tinggi akan selalu “dijejali” mata pelajaran bahasa indonesia. Berharap pelajarnya mampu memahami serta mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Secara pengalaman pribadi belajar bahasa indonesia saat itu sangat membosankan, membuat ngantuk dan suntuk. Terdapat keganjilan dalam sistem pendidikan kita, metode pembelajaran yang dilakukan dinilai belum sesuai untuk diterapkan. Walaupun sudah membuat banyak kurikulum yang diterapkan, mulai dari KBM, KTSP dan masih banyak lagi terbukti belum efektif untuk mencapai tujuan mencerdaskan pelajarnya. Dan hal tersebut berefek pada pemahaman pelajar mengenai bahasa indonesia khususnya.
Meskipun hanya sedikit diantara ratusan ribu total populasi penduduk NKRI yang ingat dan tahu mengenai bulan bahasa yang jatuh pada bulan oktober ini, kita masih bisa membenahi kondisi ini. Belum terlambat, akan tetapi kita harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyadarkan pentingnya menggunakan bahasa identitas kita. Diawali dengan hal yang kecil yaitu keluarga, para orang tua diberikan pembinaan dan sosialisasi akan pentingnya hal tersebut. Memberikan contoh berkomunikasi menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Akan tetapi penggunaan itu tidak bermaksud untuk menghilangkan unsur bahasa suku masing-masing. Agar tidak menghilangkan salah satu unsur tersebut, orang tua harus bijak dalam penerapannya. Harus seimbang penggunaan keduanya, memang hal ini cukup sulit dilakukan apalagi hal ini menyangkut adat istiadat. Sehingga diperlukan sosialisasi yang merata diseluruh daerah indonesia akan maksud dan tujuan misi kali ini. Hal inilah yang menjadi bekal utama tiap generasi muda dalam menghadapi pesatnya arus globalisasi, dan mampu mampu mengakses dunia luar tanpa terpengaruhi budaya budaya yang tidak sejalan dengan budaya kita. Secara konseptual, sistem pendidikan kita sudah cukup bagus. Hanya saja yang menjadi problematika adalah media transfer ilmu. Benar sekali, Tenaga pendidiklah yang menjadi kendala utama. Metode pembelajaran yang digunakan tenaga pendidik tidak sesuai dengan kondisi pelajar saat itu. Metode tersebut cenderung membosankan, tidak menarik dan monoton. Akibatnya pelajar menjadi tidak tertarik dengan mata pelajaran tersebut dan ini sering dialami pada mata pelajaran bahasa indonesia. Sudah tidak merasa tertarik dari awal akibatnya minimnya bimbingan dari lingkungan keluarga dan menjadi benar benar tidak tertarik dipicu sistem pembelajaran yang kurang sesuai ini.
Kita harus sadar dan segera bertindak, mari kita benahi dan kita perkenalkan budaya bahasa kita yang membanggakan ini. Ibaratkan pakaian, kita dimana saja harus selalu memakai pakaian. Begitu juga dengan bahasa indonesia, sebagai identitas kebanggaan kalau kita adalah bangsa indonesia.

daripada sepi entri


“Hal yang pasti didunia ini adalah ketidakpastian”
Klise kata yang indah namun berbobot. Sepenggal kata yang penulis kutip dari sebuah novel “5cm”, novel yang sempat menyibukkan kaula muda-mudi indonesia. Sebuah cerita yang kini sudah diangkat ke layar lebar diseluruh kota-kota besar khususnya. Sebelum lebih lanjut, perlu digaris bawahi “Hal yang pasti didunia ini adalah ketidakpastian” .Yup statement ini cukup membahas hal-hal masalah keduniawian kita.
Memang seperti yang dituliskan, selama kita mengarungi hidup ini. Kita tidak akan tau apa yang terjadi dikemudian hari, bahkan kita tidak akan tahu pasti apa yang terjadi pada 1 detik setelah anda membaca ini. Semua hanya diawang-awang, hanya sebatas prediksi, hanya perkiraan ataupun semacamnya. Bahkan 3 hal yang sudah Allah tentukan sebelum kita merengek menangis saking takutnya fitnah didunia(Rejeki, jodoh dan ajal.red) saja kita tidak tahu seperti apa hidup kita kedepannya, seperti apa rupa calon istri atau suami kelak dan kapan-bagaimana cara kita meninggal-kan dunia fana ini. Semua hal tersebut masih belum pasti kita ketahui.
Lantas, tidak berbuat sesuatu untuk masa depan kita yang tidak pasti???
Hanya menanti nasib menghampiri kita dan berbelas kasihan?diam, merengek, mengeluh, pasrah, mencacimaki diri sendiri.Seperti itukah kawan???
Mari dipahami lagi meskipun saya sendiri belum cukup faham, mengapa perlu ketidakpastian?Segala dan sejauh usaha untuk hidup seakan sia-sia tanpa kepastian. Serasa digantungin pujaan hati, bak diombang ambing gelombang besar samudra artic. Dingin, peluang hidup 0,001 % dan menjadikan hidup tanpa tujuan.
Wah kakehan basa basi iki…langsung aja deh intinya haha
Menurut penulis, sejauh dan sebesar usaha kita untuk survive di dunia. Hasilnya tidak pasti, tidak pasti sesuai dengan yang diinginkan dan tidak pasti tidak sesuai dengan yang diinginkan. Ketidakpastan ini yang akan menuntun kita kembali kepada sang pencipta, segala kepastian tersebut akan kembali kepada belas kasihan dan kasih sayang-NYA.Tugas kita hanya berusaha, berdoa dan tawakal.Akan tetapi harus meyakini apapun hasilnya adalah yang terbaik untuk dirinya.