My Journey

My Journey
Sekapur Barus
Isi tulisan dipersembahkan hanya untuk diri sendiri, langkah apresiasi terhadap usaha diri, berjuang hidup untuk mandiri, menikmati hidup yang hanya sekali, sebagai bukti bahwa diri pernah berdiri dan menjalani hidup tanpa menyesali. Dipersilahkan kepada para penjelajah dunia maya untuk menjelajahi blog ini. blog yang berisi kumpulan tugas kuliah,catetan dan kejadian aneh lainnya. NO SARA , NO PORNO , NO RASIS . salam damai ! ! !

Rabu, 10 Juli 2013

Faktor Promosi

I.            Produksi
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.
Dalam managemen produksi terdapat 4 aspek yang harus diperhatikan :
1.      Produksi
2.      Penjualan
3.      Promosi
4.      Pengelolaan SDM
II.            Strategi Bauran Promosi 
Hasil produksi baik berupa barang atau jasa, jika tidak dilakukan strategi promosi serta penjualan yang tepat berakibat pada kurangnya permintaan konsumen. Dimana aspek tersebut mempengaruhi pada income perusahaan sehingga akan menghambat proses produksi selanjutnya. 
Strategi ini berupaya memberikan distribusi yang optimal dari setiap metode promosi. Hal tersebut tidaklah mudah mengingat efektifitas masing – masing metode berbeda dan yang dapat mempersulit, setiap metode terkadang  tumpang tindih (overlap) dengan metode lain.

 Berikut ini adalah faktor – faktor yang menentukan bauran promosi :
1.      Faktor Produk
Yaitu mempertimbangkan spesifikasi, karakteristik dan bagaimana produk tersebut dibeli, dikonsumsi dan dipersepsikan konsumen.
2.      Faktor Pasar
Faktor ini menjelaskan adanya tahap-tahap yang biasa disebut PLC ( Product Life Cycle ). Adapun tahapnya sebagai berikut :
a.       Tahap Perkenalan
Penekanan utama untuk produk konsumsi ada pada iklan, guna menginformasikan keberadaan produk dan menciptakan permintaan awal yang didukung oleh personal selling dan sales promotion. Melalui tahap ini dengan ketertarikan yang tercipta, masyarakat diharapkan berani mencoba produk baru.
b.      Tahap Pertumbuhan
Konsumen sudah tidak asing terhadap produk yang ditawarkan, dengan adanya peningkatan permintaan produk dan masuknya pesaing kaitannya yang menawarkan produk yang sejenis, maka metode promosinya digeser pada distribusi iklannya saja.
c.       Tahap Kedewasaan
Tahap ini disebut juga tahap stabil dimana produk yang ditawarkan sudah menguasai pasar konsumen. Maka promosi yang diberikan hanya untuk membedakan produk perusahaan dari milik pesaing.
d.      Tahap Penurunan
Produk yang dipromosikan mengalami masa penurunan dalam hal permintaan karena sedikitnya jumlan iklan yang dipublikasikan.
Apabila persaingan sangat ketat, ketiga metode promosi (personal selling, mass selling dan sales promotion) dibutuhkan untuk mempertahankan posisi produk. Sebaliknya pada persaingan yang sangat terbatas, penekanan promosi dapat hanya pada mass selling atau personal selling.
  
3.      Faktor Pelanggan
Konsumen  lingkup rumah tangga lebih tepat dipengaruhi promosi oleh iklan, sedangkan jika sasaran yang dituju adalah konsumen lingkup industri, maka perusahaan harus menggunakan personal selling agar dapat memberi penjelasan – penjelasan dan jasa – jasa tertentu yang berkaitan dengan produk secara tepat dan jelas.
Dalam kaitannya dengan sasaran yang dituju, ada dua strategi yang dapat digunakan, yaitu :
a.      Push Strategy
Yaitu aktivitas promosi produsen kepada perantara, dengan tujuan agar para perantara itu memesan, kemudian menjual serta mempromosikan produk yang dihasilkan produsen.
b.      Pull Strategy
Yaitu aktivitas promosi produsen kepada konsumen akhir dengan tujuan agar mereka mencarinya pada perantara, kemudian memesan produk yang dicari konsumen kepada produsen
Personal selling lebih baik digunakan pada geografis pada yang kecil dan penduduknya padat. Sebaliknya jika geografis pasar semakin luas dan penduduknya jarang, iklanlah yang lebih sesuai. Hal tersebut dimaksudkan pencapaian target secara efektif dan efesien.
4.      Faktor Anggaran
Jika perusahaan memiliki dana promosi yang besar, maka peluangnya untuk menggunakan iklan bersifat nasional juga besar. Sebaiknya jika dana yang bersifat terbatas, maka perusahaan dapat memilih personal selling, sales promotion atau iklan bersama di dalam wilayah lokal atau regional.
Sehingga perusahaan-perusahaan tingkat kecil dan menengah cenderung lebih memilih promosi melalui personal selling, sales promotion ataupun iklan di media lokal. Dimana berusaha mengusai pasar lingkup pedesaan atau wilayah terpencil yang belum dikuasai perusahaan ternama.

5.      Faktor Pemasaran Bauran
Harga yang tinggi sering dianggap pelanggan berkorelasi positif dengan kualitas yang juga tinggi. Dalam kasus demikian, maka penggunaan iklan lebih tapat untuk mengkomunikasikan kualitas dari produk – produk yang harganya mahal.
Akan tetapi iklan  tersebut diperuntukkan untuk menguasai pasar konsumen tingkat atas. Sehingga diperlukan analisa dalam penentuan target pasar yang akan dikuasai. 
                                            III.            Kesimpulan
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam promosi adalah :
1.      Faktor Produk
2.      Faltor Pasar
3.      Faktor Pelanggan
4.      Faktor Anggaran
5.      Faktor Pemasaran Bauran

Sumber :

Selasa, 09 Juli 2013

Sedimen Transport ( case )

1.     Jika sudut datang gelombang miring dari arah rambat gelombang bergerak dari kiri kekanan. Jelaskan dengan sketsa gambar pola arus dan pola angkut sedimen yang terjadi pada morfologi pantai sebagai berikut :
a.       Morfologi garis pantai yang lurus dengan kelerengan dasar perairan landai 
    Gelombang datang membentuk sudut terhadap pantai akan membentuk arus sepanjang pantai yang bergerak dari kiri ke kanan dalam kasus ini. Morfologi pantai yang lurus serta kelerengan dasar perairan cenderung landai menyebabkan distribusi angkutan sedimen merata di setiap wilayah kecuali jika kondisi arus sepanjang pantai melemah atau terhambat oleh pergerakan arus yang berlawanan arah. Ketika kasus tersebut terjadi, maka material sedimen yang dibawa arus dari hulu akan terendapkan di hilir. Jika terjadi terus menerus akan terjadi akumulasi sedimentasi didaerah hilir dan membentuk sand bar.
Skema Pembentukan Bar


b.      Morfologi pantai dengan muara sungai (estuary) dengan asumsi debit sedimen sungai besar 
         Pada kasus kedua, arah arus sejajar pantai sama seperi kasus pertama. Morfologi pantai dengan adanya muara sungai yang memiliki debit air sungai besar menyebabkan perubahan pola arus sepanjang pantai. Perubahan tersebut berdampak pada transport sedimen yang ada, dimana sungai yang memiliki debit air besar memiliki material sedimen yang dibawa besar pula. Pertemuan kedua massa air ini akan mengurangi kecepatan air dari kedua sumber tersebut, berkurangnya energi transport menyebabkan pengendapan material sedimen yang dibawa. Material yang terendapkan berupa akumulasi material yang ditransportkan oleh debit sungai dan arus sepanjang pantai dan pengendapan tersebut terjadi didepan mulut muara sungai. 

Skema Pembentukan Delta

Sabtu, 22 Juni 2013

I S L A M

Kembali berkunjung dikampus Teluk Awur Undip-Jepara seakan menggali kembali kenangan ingatan ketika saya berpenampilan culun dalam menjalani pelantikan jurusan. Cepak, kurus, hitam, berseragam hitam-putih, tertera nama AHMAD GULBUDDIN DZUL QARNAIN     pada cocard yang selalu menemani disetiap saat seolah dengan bangganya saya memperkenalkan diri saya di setiap bertemu teman seangkatan. 2 tahun berlalu, waktu terus bergulir memaksa generasi tua untuk berhijrah dari tempat peraduannya begitu juga saya bersama teman seangkatan. Beralmamater, style rapi dan tertera potongan kata “Panitia” pada cocard yang menggantung dileher saya. Tugas mendidik dalam pembentukan karakter mahasiswa kelautan, kampus teluk awur menjadi saksi bisu suka duka kami. Memberikan kenangan yang tak tergerus waktu, disisi dinding kamar penulis masih tergantung dengan rapi kedua cocard yang dimaksud.
Kedatangan kali ini seakan sedikit bernostalgia pada masa-masa tersebut, yap saat ini saya menjadi mahasiswa yang sedikit tua. Meski datang dengan maksud berpraktikum ria, sepertinya saya memiliki hasrat yang lama terpendam. ‘’Pijat’’.  Bukan pijat enak ataupun pijat –happy ending- haha .
Singkat cerita, sampailah saya di sangkal putung dan seperti biasa diharuskan mengantri terlebih dahulu. Dan tibalah giliran saya, this my turn ! Langsung beribu pertanyaan menyerbu,” yg sakit mana?”,”sejak kapan?”,”kenapa bisa sakit?”.”asli mana ms?”,”oh kuliah diundip, ngambil apa mas?”
Tahap demi tahap sudah dilakukan, dan beliau menyarankan untuk terus rajn olahraga. Tetapi bukan olahraga berat, hingga muncul pertanyaan “mas muslim kan?”. “Iya pak”, jawab saya.
“Olahraganya cukup rajin sholat ms, mas tau kan fungsi dari gerakan sholat?”,tanyanya.
“InsyaAllah paham pak”,jawab saya.
“nah bagus itu ms, ms tau kata ISLAM? Itu bisa diartikan juga kayak gini loh mas. I=Isya S=Subuh L=Lohor(jawa.red) A=Asyar M=Magrib . Hidup itu ibadah, sholat kita baik, tubuh kitapun akan baik ms’”, lanjutnya
Sebuah pengingat yang harus saya ingat !


Selasa, 18 Juni 2013

Gelombang Biru

Percikan Biru
Kesempatan tidak datang dua kali, dan kadang keberuntungan menentukan beberapa persen darinya.  Pengalaman hidup yang saya goreskan ini mungkin tidak akan pernah saya rasakan lagi. Dan cerita itu bermula ketika saya sedang membantu teman dalam pengukuran gelombang didaerah sayung, demak. Agak berbeda kondisi laut saat itu, tenang dan warna laut hijau lumut. Saat menceburkan diri kedalam air laut, badan saya seperti digigit banyak hewan mikro. Nyelekittt rasanya, bahkan hingga penulis menuliskan cerita, bekas bercak merah masih tertera ditubuh ini-Gatallll-aggghhh.

Malampun tiba, pengukuranpun juga dilakukan sepanjang malam, ketika saya berjalan menyisir tanah basah akibat genangan rob. Perhatian saya tertuju pada benda yang menyala di sudut genangan air yang gelap. Terlihat seperti ikan yang berenang sambil mengeluarkan cahaya biru, indah sekali. Saya bingung jenis ikan apa itu? Dan saya bertanya dengan anak kecil yang kebetulan lewat.

Saya                       : Dek, itu ikan apa ya?kok bisa nyala gitu?
Anak Kecil           : Oh itu bukan ikan ms
Saya                       : Loh terus, yang nyala apaan itu dek?
Anak Kecil           : Itu Air lautnya ms
Saya                       : (berfikir) #bingung

Air laut??? Saya berfikir sambil melanjutkan perjalanan, dikanan kiri jalan pun terjadi hal yang serupa. Apakah mungkin karena warna air laut yang tidak biasanya, dan ketika rob air tersebut terjebak di cekungan cekungan tanah. Perahu nelayan siap menyambut kami, mesin dinyalakan memecahkan kesunyian laut. Beberapa setelah jalan, terlihat air berwarna biru disekitar putaran baling-baling perahu. Beribu pertanyaan dikepala ini mendesak keluar,

Saya                       : Pak, kok itu air yang dideket baling nyala warna biru gt ?
Pak Karman        : Oh, iya ms.klo malem kadang suka gitu air lautnya.coba ms lihat disekitar perahu deh.

Meski  masih bingung, saya tengokkan kepala kebagian bawah perahu, dan benar saya sekeliling perahu kami bermandikan cahaya biru, Subhanallah. Saya coba menyentuh air tersebut, sentuhan lembut saya membuat air yang tadi gelap, berpendar cayaya kebiruan. Akhirnya pun saya memberikan sentuhan kasar saya, dan pendaran cahaya kebiruan tersebut makin besar nan elok. Sayangnya keterbatasan kualitas kamera hp tidak mumpuni untuk merekam fenomena itu. Ketika tangan saya angkat dari air, tangan saya bermandikan cahaya kebiruan, terlihat bintik bintik biru ditangan saya dan itulah jawaban pertanyaan saya. Ini seperti mikro-algae ato sejenis plankton. Ilmu yang sedikit saya pelajari dikampus, ada beberapa makhluk dilaut yang mampu menghasilkan cahaya seperti Angler fish, Pony fish dan lainnya.
Noctiluca scintillans
Selidik demi selidik, saya menemukan jawaban yang pasti. Dalang dibalik itu semua adalah Noctiluca scintillans , Ketika ada ledakan jutaan populasi dari dinoflagellata dapat terlihat seperti laut sedang terbakar dengan nyala biru. Organisme tersebut termasuk bioluminescence ( Organisme yang mampu menghasilkan cahaya). Organisme yang bersinar di kegelapan menggunakan variasi pada reaksi kimia yang melibatkan 3 komponen : sebuah enzim yang disebut luciferase berfungsi membantu mengikat oksigen pada molekul organik,dapat juga disebut luciferin. Molekul dengan energi tinggi yang terbentuk dari reaksi kimia tersebut, melepaskan energi dalam bentuk cahaya (anonim,2013).

Dinoflagellata (organisme eukariotik bersel tunggal) akan mengeluarkan cahaya ketika diganggu untuk menakuti pemangsa. Itulah sebabnya kenapa ketika saya memasukkan tangan kedalam air, cahaya biru berpendar.

Angin mulai bertiup dari sebelah barat, mentransfer energi membentuk sebuah riak dan riak tersebut nantinya akan menjadi gelombang. Alhasil gelombang malam itu , layaknya pertunjukan tarian gelombang biru menari dengan ritme periode gelombang yang ada.
Gelombang biru di kelamnya malam.

Sumber :
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/03/bagaimana-cara-organisme-bioluminescence-dapat-bercahaya.html#ixzz2WcgWlnz3
nira15.blogspot.com



Rabu, 08 Mei 2013

Mt. Sumbing 3371

Gb.1 langkah pertama mulai dari sini
ketika engsel persendian terasa berderik bak engsel pintu berkarat menjadi sinyal SOS memanjakan tubuh ini diderai angin sejuk pegunungan. Mt. Sumbing menjadi pelarian kesekian, gunung yang memiliki pendamping sejati yaitu Mt.Sindoro. Terletak ditanah wonosobo-temangung-magelang dapat diakses dengan menggunakan bus semarang-purwokerto dan langsung turun didepan gapura menuju basecamp Mt.Sumbing. Dilanjutkan berjalan sekitar 300-400 m menuju basecamp, sebelum membuka pintu anda akan disambut tagline seperti pada Gb.1.

Waktu perjalanan yang memakan sekitar 4 jam menghendaki kami (penulis, irfan, Roy) mengikuti audisi kilat master chef, sistem audisi yang lebih ketat dengan peralatan minim begitu juga dengan bahan baku yang tersedia. Segala keterbatasan inilah yang sesungguhnya melahirkan master chef sebenarnya.
Gb.2 Audisi Master Chef


Alhasil makanan berkualitas menjadi santapan malam tuk menggusur cairan asam yang membanjiri lambung kami semua.
Gb.3 hasil racikan chef handal

Malampun habis, suara jangkrik berganti suara ayam berkokok, bulan berganti matahari. Adzan subuh berkumandang memanggil untuk segera menunaikan shalat subuh. Ada hal menarik disini, warga yang menunaikan shalat subuh berjamaah dimajid cukup ramai. Kalau tidak salah 4 shaf belum ditambah shaf wanita dan anak-anak, sungguh nuansa islami masih kental didesa kaki Mt.Sumbing.Mententramkan jiwa ini, solat subuh kelar bersiap memulai pendakian menuju puncak. here we go !

Gb.4 jalur pendakian
"Jangan sombong" sebuah pantangan ketika ingin menaklukan puncak, dengan melihat Gb.4 menjadi sebuah persiapan atau sebuah antisipasi ketika  jalur hilang ditelan lebatnya hutan. Tampak pada gambar terdapat 2 rute pendakian, rute yang akan kami tempuh merupakan jalur baru ( Rute kanan-pada Gb.4). Sedikit informasi kepada pembaca blog http://dzuloceano.blogspot.com/ , bahwa tipe rute Mt.Sumbing merupakan tipe rute ngetrack alias gas polll. Karakteristik rute dari awal hingga akhir tidak memberikan kesempatan kami bernafas dengan ketiadaan rute bonus (landai-red). Engga percaya?mari lihat Gb.5

Gb.5 menatapi kejamnya jalan hidup

Gb.6 Habis Buang Air Kecil
Beratnya perjalanan serta ketidak tersediaan mata air di gunung ini mengharuskan kami menghemat air. Bahkan untuk buang airpun kami melakukan sehemat mungkin, jangan sampai output air lebih besar dari pada inputnya. sesuai prinsip hukum pertama thermodinamika
Yang berbunyi, " Hukum Kekekalan Energi (Hukum Pertama Termodinamika) Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Energi yang hilang dari sistem sama dengan energi yang ditangkap oleh lingkungannya. Input energi selalu sama dengan output energi" (Anonim,2013)
Semakin memasuki hutan menelusuri jalan menerabas semak belukar hingga perhatian kami bertumpuk pada batu "memoriam" . Saya bergidik membayangkan kejadian yang menimpa beliau, semoga arwah beliau diterima di sisi-NYA

Gb.7 In Memoriam "TRI ANTONO"
Tawa canda yang menemani selama perjalanan hilang ditelan "memoriam", sejenak berdiam menyerapi sunyinya hutan ini.Alam banyak memberi pelajaran, belajar untuk menjadi bijak, belajar untuk berbagi, belajar menjadi orang kerdil, lemah, tidak punya kuasa dan belajar menjadi orang besar. Alam mengajari nilai-nilai hidup,nilai hidup tabu untuk diremehkan.

Gb.8 JANGAN PUKIL ! ! !

Gb.9 Pasar Setan

Meski diselimuti kabut kami tahu hari beranjak siang, melalui insting yang sudah kami latih pada pendidikan dasar pecinta alam #belagu serta diverifikasi jam tangan hitamku pemberian kekasih hati. Sampailah kami di Pestan, sebuah lahan terbuka yang cukup luas dengan kemiringan tanah antara 10-25 derajat. Menurut sumber yang saya baca, wilayah ini rentan adanya badai dan menyarankan untuk berhati-hati jika ngecamp di pestan. Bentuk topografi pestan berupa tanah datar terbuka serta berada diantara punggungan menjadi jalur aliran massa udara yang bergerak akibat perbedaan tekanan. Dimana massa udara bergerak dari tekanan rendah ke tinggi.

Gb.10 Superhero


Gb.11 Dalam perlindungan superhero
Tiupan angin yang terus berhembus menjadikan doom kami sebagi satu-satunya pelindung kami dari terpaan angin dingin. Meski doom kami hanya mampu bertahan sekitar 24 jam, pas banget pas mau turun. :D

Gb.12 saya dan super senior ( bang roy)

Gb.12 terlihat perbedaan yang sangat jelat antar pemuda dan pemuda+++ ( sory my super senior) haha

Gb.13 Melangkah meraih 3371


Gb.14 Baca Peta Ben Ga Nyasar
Pengamalan pertama menaiki sumbing mewajibkan saya untuk tidak lupa membaca peta sederhana yang kami dapat dengan harga 2000. Demi memastikan jalan yang kami tempuh benar, terkait kondisi kabut yang terus menyelimuti puncak sumbing menyulitkan dalam membaca keadaan sekitar. Jarak pandang hanya sekitar 10 m dan yang terlihat hanyalah batuan dingin hasil proses geologi serta rumput berembun. Medan makin menantang untuk ditantang, semakin keatas semakin bertambah derajat kemiringan. Bahkan kami harus merangkak menyisir tebing batu, seperti yang anda lihat pad Gb.15

Gb.15 Merangkak Menyusuri Tebing Jurang

Gb.16 Sang Saka #Hormat


Gb.17 The Top



Gb.18 3371 yeahhh ! ! !


Gb.19 Penghasil Teh Terbaik


Gb.20 Sindoro (Next Plan)
Gb.21 Our Marking


Gb.22 The Dream Team















Kamis, 04 April 2013

110 cc


Jalan hidup memang tak dapat ditebak, dan itulah yang terjadi hingga tiba-tiba saja terlempar disudut kota demak, tepatnya sekitar 45 menit dari tembalang menggunakan sepeda motor 110cc tanpa lewat jalur bebas hambatan pastinya. Dan waktu tempuh tersebut tidak termasuk ketika melaju dijalan saat jam-jam kerja. Namun jika melaju dimalam hari dengan kecepatan rata-rata diatas 70km/jam mungkin hanya membutuhkan sekitar 20 menit. Berbagai jenis medan ditempuh, baik pegunungan ekstrim, perkotaan hingga menembus gelap gulita diantara tambak-tambak bandeng penopang hidup rata-rata masyarakat wilayah ini. Masyarakat pesisir dengan pola hidup mengikuti siklus musim barat dan timur meskipun akhir penghujung tahun 2012 hal tersebut tidak berlaku akibat perubahan ekstrim iklim didunia.
Memasuki desa ini cukup melewati jalan yang sepanjang jalannya dibelah sungai kecil yang membawa dosa dosa ’’manusia berakal’’ dan dibuang dilaut tuk disucikan.  Memanfaatkan sifat buffering laut hingga cenderung laut hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum berakal. Sepanjang aliran sungai itu pula dengan rapi berbaris Rhizopora sp ditepian sungai menyediakan lapak nyaman untuk ikan dan kepiting singgah bertelur. Layaknya lingkungan pesisir yang sebenarnya, kondisi asri dimana siang hari masyarakat bersahabat baik dengan teriknya matahari dan malam hari bersahabat baik dengan air laut yang bertamu dirumah penduduk. Khususnya ketika posisi matahari, bulan dan bumi dalam satu garis yang lurus, dibalik semua keindahan selalu ada sisi kelam. Kebiasaan  pemuda-pemudi yang berbondong-bondong mencari tempat nyaman dan remang tuk menyaksikan indahnya bulan purnama tak tahu jika dibalik hal tersebut menjadi momok yang mengerikan ketika laut pasang dalam titik maksimal dan mulai menggedor pintu-pintu rumah penduduk tuk mengisi kekosongan rumah-rumah.
Siklus alam yang selalu berputar dan terus terjadi memperngaruhi pola hidup masyarakat. Memaksa menggunakan akal yang diberkahi untuk terus bertahan dalan hidup berdampingan dengan alam. Meninggikan rumah, dipan tidur yang tinggi, pemasangan stopkontak setinggi kepala anak umur 10 tahun dan masih banyak lagi. Selalu beradaptasi dengan alam dan membuat rumah mereka senyaman mungkin meskipun ketika tidur banyak ikan glodok yang berseleweran dibawah dipan atau kepiting yang mencoba memanjat dipan.
Awal bencana ini dimulai sekitar tahun 2006, dimana terjadi erosi besar-besaran menghilangkan sebagian lahan dan tambak warga. Batas pantaipun makin mendekati wilayah pemukiman hingga sekarang belakang rumah wargapun sudah menjadi laut. Hanya dalam waktu kurang lebih 7 tahun semua berubah total. Dahulu  dimana pisang, kelapa bahkan semangka bisa tumbuh didaerah ini serta menjadi produsen  bandeng. Dan sekarang hanya dijumpai mangrove, semak belukar dan sisa-sisa akar pohon kelapa. Jumlah lahan tambak yang ada berkurang, banyak masyarakat yang beralih profesi menjadi nelayan akibat hilangnya tambak mereka.
Air laut makin memasuki bagian-bagian desa terdalam, mengubah kandungan nutrient tanah dan menuntut tumbuhan yang memiliki kemampuan adatasi tinggi dan tetap bisa hidup. Yang lemah akan tersingkir dan yang kuat akan tetap kokoh, hukum rimbapun berlaku diwilayah pesisir. Tahun 2011 menjadi awal tahun yang mengubah segalanya, siklus berjalan ektrim dan mempengaruhi kondisi yang ada. Erosi makin besar serta pasang air laut makin tinggi, Ratusan juta digelontorkan pemerintah sebagai upaya mempertahankan stabilitas pantai yang ada. Pembangunan breakwater tuk melindungi warga dari terjangan ombak, khususnya ketika bulan januari dimana terjadi badai dan menyebabkan adanya strom surge. Naiknya muka level ini rentan akan hantaman penjalaran ombak dari pusat badai. Sayangnya breakwater yang baru berumur kurang dari setahun mulai memperlihatkan keuzurannya yang seharusnya belum patut diperlihatkan akibat pembangunan yang terkesan asal-asalan. Begitu juga Seawall atau Talut biasa warga setempat menyebutnya mulai tercerai berai akibat terjangan gelombang, padahal umurnya belum ada 2 tahun. Menurut warga talut tersebut cebat rusak akibat campuran material yang tidak sesuai tepatnya campuran komponen semen si-perekatyang sangat kurang. Berbagai LSM, organisasi kemahasiswaan dan instansi-instansi swasta berlomba-lomba penanaman mangrove, mencoba melindungi tanah timbul sloko dari ancaman laut. Mulai dari 1000 bibit, 3000 bibit bahkan 10.000 bibit.
Berada disini, melihat dan berdampingan langsung, mengubah cara pandang hidup. Menjadi bagian yang mampu melindungi desa ini sangatlah sebuah kebanggaan. Bukan berarti mengganggu siklus alam untuk melindungi desa ini, biarkan saja siklus alam berlangsung toh itu sudah menjadi hukum alam. Menjadi sahabat alam adalah jalan utama melindungi desa, dan berharap 3 bulan ini menjadi seribu tahun kelangsungan desa ini.

Rabu, 03 April 2013

simple post


Mudflat trip
foot
Almost  2 weeks, iam staying at small village a part of demak. When we look by visual it’s the beatiful village. But actually along spring tide coming it will become terrible, when sea water level highest than another days.it happened when i arrived at the village. Sea water fulfill the way  also at home. Many a crab fawning get out from river, finding nice place for take a rest(maybe)
Every day we have the target and today our target is the cliff. We are going to cliff  by walking not using a boat.yeah,we’re walking to catch the target. We must passing the mangrove ecology, natural mangrove just a little bt human’s intervention, so mudflat is our way. This is not first time im walking on mudway, 20 m like is we were walking 100 m. This is heavy field, it’s different  not like another mud. Where which water and fluvial sediment are ballance, so it easy to past it. But it does’nt work on this field, dominated of  fluvial sediment and sure it really sticky.Like a glue-need more energy. Along the way we made the film director, tell about our trip including when we lost in mangrove forest.haha
Finally, we found the cliff a 16.18pm. we spend 2 hours in mudtrap. We took some picture and made some analysis. Nice trip but tired also.