My Journey

My Journey
Sekapur Barus
Isi tulisan dipersembahkan hanya untuk diri sendiri, langkah apresiasi terhadap usaha diri, berjuang hidup untuk mandiri, menikmati hidup yang hanya sekali, sebagai bukti bahwa diri pernah berdiri dan menjalani hidup tanpa menyesali. Dipersilahkan kepada para penjelajah dunia maya untuk menjelajahi blog ini. blog yang berisi kumpulan tugas kuliah,catetan dan kejadian aneh lainnya. NO SARA , NO PORNO , NO RASIS . salam damai ! ! !

Sabtu, 12 September 2015

Gn. Guntur : Mendaki Bukan Soal Diatas 3000



Ibukota semakin padat, manusia berjibaku memenuhi gerbong krl, berpenuh sesak di kabin trans jakarta. Mereka berjejal menuju sumber pencaharian, ibarat ribuan semut merayapi cicak mati. Dan akan semakin padat.

Gn. Bromo menjadi titik refresh terakhirku di kisaran bulan februari, berbulan bulan lama tak dibelai angin segar pegunungan. Bosan terlalu lama dibelai polusi ibukota. Agustuspun tiba, berawal dari obrolan saat buka bersama di stasiun manggarai. Kami merencanakan menikmati ketinggian Gn. Guntur, Garut, sejenak sayapun sedikit asing dengan gunung ini. Rencana ini akan menjadi pengalaman pertama saya mendaki gunung di jawa barat. Gn. Guntur terletak di Garut, Jawa Barat dengan lokasi geografis 7o8’30’’ LS dan 107o20’BT serta memiliki ketinggian 2249 mdpl. Gunung yang termasuk jenis stratovolcano ini dulunya adalah gunung berapi teraktif pada dekade 1800-an dan terakhir meletus pada tahun 1947.
Hari H tiba. Meeting point kami di Kampung Rambutan yang hanya 10 menit dari rumah saya, kami janjian bertemu pukul 21:00 selepas pulang kerja. Ya Indonesia tetaplah indonesia, kami baru berkumpul lengkap sekitar pukul 22:30. Zzzttttttt.

 
Menanti bus di Kampung Rambutan


Untuk mencapai tujuan kami memilih menggunakan transportasi darat, selain memang murah meriah aksesnyapun cenderung mudah. Beda halnya jika memilih transportasi jalur udara, kami harus kebandung terlebih dahulu dan menyambung via jalur darat menuju Garut. Lain ceritanya lagi kalau kami memilih jalur laut, kami harus berputar lewati Selat Sunda menuju samudera Hindia dan berlabuh di Pangandaran lalu dilanjutkan via darat. RIBET. Cukup membayar 52.000 kita bisa sampai Garut, untuk menuju Gn. Guntur lebih baik kita turun di Pom Bensin Tanjung, sebelum memasuki kota Garut. Kami tiba di Pom Bensin Tanjung pukul 05:00, perjalanan menghabiskan 5 jam. Waktu yang sangat cukup untuk melepas lelah setelah bekerja, dan menyiapkan energi untuk pendakian. 

Kami menggunakan pick up carteran dengan biaya 10.000/org kemudian menuju basecamp, akan tetapi pembaca sebaiknya menggunakan truk penambang pasir yang banyak melintas. Cukup membayar seikhlasnya anda sudah bisa sampai dititik awal pendakian, jauh diatas basecamp dan utamanya untuk menghindari pungutan liar yang mematok harga 7500/org. Dana yang tidak jelas untuk apa nantinya. -___-


Pose sebelum naik, muka masih bersih

Titik awal pendakian ditandai dengan warung penduduk yang menjual berbagai minuman segar serta gorengan. Banyak yang tergoda, namun kami tidak. Keperkasaan Gn.Guntur lebih menggoda kami. Pukul 07:15 kami mulai mendaki, dengan rute yang menghindari jalur terbuka kami memilih jalur yang menuntun menuju Curug Citiis. Jalur ini didominasi hutan teduh sehingga perjalananpun nyaman, udara sejuk pepohonan dan iringan gemericik air menemani perjalanan. Jalur cukup mudah dilalui, kondisi jalur yang jelas dan landai tidak terlalu menguras energi. Kira-kira 15-20 menit perjalanan akan sampailah di Curug Citiis, Curug ini menjadi sumber air utama. Jalur sungai kecil berbatuan membelah lebatnya hutan, alam memang seimbang. Selebatnya hutanpun, akan memberikan jalur kecil pengairan yang menghidupi masyarakat desa dibawah sana. Curug Citiis termasuk sungai kecil yang berarus tidak deras, air yang mengalir sangat jernih sehingga sangat baik untuk bekal logistik di atas.

Rimbunan pepohonan menuju Curug Citiis

 
Curug Citiis


Setelah menyebrangi sungai, jalur akan terbagi 2 serta akan ada tanda arah kekiri atas dan jalur menanjak dikanan. Disarankan untuk mengambil jalur kekiri, jalur ini akan menuju area terbuka. Banyak tumbuhan yang telah mati kering, dan terdapat bekas bekas arang hitam akibat kebakaran hutan Juli lalu. Jalur ini jauh lebih mudah dilewati dibandingkan jika pembaca memilih jalan menanjak kekanan, jalur menanjak ini cukup ekstrim yang didominasi bongkahan batuan besar, sehingga sepanjang jalan akan memanjat batu tersebut untuk mencapai pos 3. Jalur tersebut sangat menguras energi, sebaiknya simpan energi tersebut untuk jackpot setelah pos 3. Perjalanan menuju pos 3 sangat kami nikmati, dengan pemandangan yang cukup memprihatinkan. Kondisi lahan hangus hitam terbakar, memang Gn. Guntur termasuk gunung yang tandus, sinar terik matahari yang selama + 6 jam memanaskan serta mengeringkan rumput ilalang.

Pohon mati kering, tinggal ranting mengering

Tibalah di pos 3, ramai dan padat. Banyak para pendaki yang istirahat dan membangun camp disini ditambah besok ada upacara bendera dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. Di pos 3 kami melapor ke volunteer untuk didata, dengan menyerahkan ktp dan gantinya kami mendapat kartu no pendakian. Gratis tidak dipungut biaya, tujuan pendataan ini untuk memastikan semua pendaki termonitoring. Sebaiknya sebelum melanjutkan perjalanan, cek terlebih dahulu persediaan air minum. Isi penuh botol-botol kosong, karena di pos 3 merupakan sumber air terakhir sebelum menuju puncak 1. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan.

Matahari mulai terik, kami mulai merapatkan pakaian menutup sela-sela tubuh agar tidak terbakar matahari. Sayapun ikut serta, menggunakan kemeja lapangan merah marun dan buff untuk menindari debu ditambah topi untuk mengurangi panas. Jangan gengsi untuk tidak menggunakan perlengkapan pelindung, bahkan payungpun boleh jadi. Karena kondisi dilapangan benar-benar panas dan tandus. Tumbuhan mati kering terbakar, begitu juga kulit.

Jackpot, tanpa bonus!
Selfie dulu, biar ga capek!


Dikejauhan terlihat puncak 1 menjulang tinggi, sangat dekat. Hal itu diartikan elevasi sepanjang jalan menuju puncak 1 lebih dari 45O , dan benar saja jalan menuju puncak 1 lurus mendaki tanpa ada kelokan landai, terus menghantam kemiringan tanah. Elevasi yang begitu sulit didaki serta terik dan tandusnya lapangan sangat menguras tenaga, kondisi struktur tanah yang berupa kerikil kecil dan pasir makin menyulitkan langkah kaki. 2 langkah menapak akan kembali turun 1 langkah, berat. Sayapun tidak mengira begitu beratnya medan Gn.Guntur. Terlihat pendaki lain tidak memiliki progress banyak saat menuju puncak 1, melangkah sedikit dan banyak beristirahat. Bukan lain karena beratnya medan, semakin mendekati puncak 1 elevasi semakin meningkat. Pukul 13:00 kami baru berhasil mencapai puncak 1, kurang lebih 4 jam untuk mencapai titik ini. BERAT dan MEMUASKAN, inilah keunggulan utama Gn. Guntur.

Lebih dari empat lima derajat.
Sepanjang menuju puncak 1, awas kepala sengklek!

Banyak pendaki yang mendirikan camp di puncak 1, area ini memiliki lahan datar yang luar. Sehingga mayoritas pendaki memilih beristirahat disini. Termasuk kami, dengan mencari area yang sedikit terlindungi dari hembusan angin langsung, kami memilih menepi disebelah rimbunan semak. Terkadang saya heran dengan pendaki yang memilih tempat di area yang benar-benar terbuka, hembusan langsung angin gunung yang begitu kuat. Antara mereka mencari view bagus, sensasi atau tidak tahu ilmunya, oh tidak. Mungkin karena kehabisan tempat. Ya anggalah begitu.
Titik camp puncak 1.


Memasak mengisi perut, beristirahat mengisi energi. Sayangnya istirahat kami terganggu oleh tingkah laku pendaki abal-abal. Saya cap seperti itu karena “mereka” tidak mengerti etika. Etika saat di gunung, di alam bebas. Bercanda kelewat batas , berteriak, tertawa terbahak-bahak, berisik di penghujung malam. Mengganggu “penghuni asli”, menganggu kedamaian, ketenangan. Tidak menghormati alam. Mudahnya, jika anda nongkrong dan berisik ditengah malam. Saya yakin, sendal akan melayang secara tiba-tiba kearah anda. Begitu juga di gunung, di alam bebas mereka memiliki sistem tersendiri dan kita harus menghormatinya. Dengan apa? Diam dan tidak mengganggu sistem tersebut.



Jam menunjukkan pukul 04:00, sesuai rencana kami bangun bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak 2 dan 3. Berbekal carrier, makan ringan dan BARANG BARANG BERHARGA kami mendaki menyisir punggungan puncak 2. (Catatan Penting : Berhati-hatilah terhadap barang berharga anda, karena sudah banyak kasus pendaki kehilangan barang berharga akibat ulang pendaki iseng). Ini bukan sebuah peringatan tak berdasar, bahkan sebelum muncakpun kami diingatkan oleh bapak tua penjual makanan dan minuman di Curug Citiis untuk selalu berhati-hati dengan barang bawaan kami.
 
Sunrise dari Puncak 2 Gn. Guntur
Puncak 3 masih menjulang, tancap terus!

Pendakian dikejar waktu, dikejar matahari yang akan timbul diufuk timur. Kurang lebih 40 menit kami sampai di puncak 2, angin berhembus deras membelai kebekuan kulit. Menyusup disela pori-pori jaket tembus hingga kulit telanjang, sunrise tidak memuaskan kami. Begitulah manusia, tak akan puas. Dikejauhan dengan kokoh puncak 3 berdiri. Untuk menuju kesana kamu terlebih dahulu harus menuruni puncak 2 kemudian kembali mendaki puncak 3. Perjalanan menghabiskan sekitar 30-40 menit, ditengah perjalanan kami terhambat. Tepatnya saya yang menghambat, panggilan alam memanggil seperti biasanya. Saya menepi mencari semak belukar untuk menyambut panggilan tersebut. Hahahaha

Tiba dipuncak 3 bau belerang menyambut kami, muncul asap putih dari dalam tanah. Asap yang bersumber dari perut Gn. Guntur menembus dan menyelinap diantara celah bebatuan bumi. Mengingatkan gunung ini masih aktif. Sepanjang mata memandang disebelah selatan kokoh berdiri Gn. Cikuray dan Papandayan, dan selebihnya berbaris bukit bukit memenuhi tanah sunda ini. Langit biru cerah memayungi, awan berkumpul meneduhi desa kaki gunung. Melihat keatas lagi, masih kokoh puncak 4, dipisahkan oleh lembah curam diantara 2 puncak ini. Jalur terlihat ekstrim untuk dilewati, jarang pendaki yang menuju hingga puncak 4. Info yang didapat bahkan untuk sampai puncak tertinggi harus membuka jalur terlebih dahulu.

Alhamdulillah, kau menakjubkan Guntur !!!


Rasa terpuaskan terpenuhi, meski masih terdapat 1 puncak lagi, kami memilih untuk berhenti. Tidak semua kepuasan harus dipenuhi. Turun kembali menyusuri jalur, kembali ke tanah bawah menyudahi pertemuan kami dengan Gn. Guntur. Setiap perjalanan memberikan pelajaran salah satunya bahwa mendaki bukan soal diatas 3000.
Turun, good bye Guntur! terimakasih medannnya !

Jumat, 29 Agustus 2014

Cerita Sewindu

“Sudah Sewindu, ku didekatmu ….”
Tak seperti biasanya ku terbangun, lantunan dendang si tulus tak menggunggahku tak setulus yang dirasakan. Lantunan yang biasa terdengar dari ruang tengah kini tak terdengar hanya keheningan. Sudut ruang sebagai saksi bisu kebodohan, keseruan, kejailan, keceriaan kami dan ke,ke,ke lainnya. Kebodohan yang dilakukan demi keakraban, kejailan demi meluluhkan dinginnya hati, keisengan saat kehabisan topik, semua demi satu-demi keakraban dan keceriaan yang rindu dirasakan. Bukan berarti melankolis kisah ini ditulis, bukan juga ikuti maraknya update euforia #SeputarKKN. Hanya  menuliskan kembali sebuah ingatan, ingatan yang telah menjadi kenangan.
YEAH THIS US à KEMBAR TEAM!
Gambar 1. Full Team
Berterimakasihlah kepada LPPM Undip, merekalah yang secara acak menyatukan, secara gamblang mengelompokkan dan tanpa belas kasih memilih kita. Ini bukan sebuah kebetulan, tapi sebuah takdir yang mempertemukan kita. Rangkaian puzzeel bagian kisah hidup tuk disatukan pada episode-nya. Dan terimalah saya, akuilah dia dan rangkullah pundak ini serta bersandarlah bila lelah.

1. Alex aka Playboy
Gambar 2. Alex aka Playboy

Si kordes, si pengatur, si penjaga stabilitas keamanan tim. Penuh pertimbangan dalam menentukan keputusan, meski kehabisan waktu tak mengapa demi keputusan terbaik. Yang selalu “Tulus” tiap paginya, dengan tulus-nya bangunkan perjaka-perjaka tangguh dari mimpinya. Sisi kalem dan legowo-nya mengkaburkan sisi kelamnya dalam dunia per-playboy-an. Yap kita semua tertipu! But good job beroh !



2.Dila aka STM
Gambar 3. Dila aka STM
Anak STM masuk desa, anak STM salah alamat. Kalau kata mas yogi sih “cewek jadi-jadian”, dalam kasus ini kita panggil dia si “gadis”. Gadis satu ini paling doyan makan, jangan liat penampilannya guys. Anda akan tertipu, bisa dibilang porsi makannya setara dengan porsi makan ane. Baahhh apalagi kalo ketemu yang namanya p*te, makin menggila sodara sodara. #piss . Dibalik doyan makannya, cewek ini emang paling rame, ribut, rusuh . Disini hukum fisika berbicara “Energi masuk berbanding lurus Energi keluar”. Gadis ceria, gadis yang selalu ngeramein dan ngerusuhin. Keep Rock cah STM !

3. Bagus aka cah Bagus aka Subah-Weleri
Gambar 4. Bagus aka subah-weleri
Kita sebut perjaka satu ini si pejuang cinta atau bisa juga kita sebut si trayek subah-weleri. Orang paling super sibuk, bayangkan saja KKN di dua desa yang berbeda. Butuh energi besar dan keteguhan hati tuk rampungkan kedua urusannya. Ketulusannya mengaburkan jarak yang memisahkan, keteguhan menghangatkan dinginnya menembus malam, ya demi sang cinta. Perjaka yang engga suka ikan dan cepet kenyang, kebalikan cah STM. Sukses buat kisah cintanya gus !



4. Eka aka Budhe
Gambar 5. Eka aka Budhe
Maybe she’s ready for marry! Dengan segala kebaikannya dan kelembutannya, ane berani ngomong gitu.  Dia selalu dibully, kuota modem dihabisin sama orang-orang nggak bertanggung jawab,  bahkan kalau ada ban motor bocor mesti dia dituduh biang keroknya. Sikap nerimo dan pantang marahnyalah berpeluang besar mendapat peran sebagai media pelampiasan perjaka-perjaka tak tahu diri, so we call Budhe. Satu-satunya sosok yang layak menikah untuk sekarang !

5.Ari aka Bento
Gambar 6. Bento
Kawan seperjuangan KKN, dari awal hingga akhir, dari survei pendahuluan yang nyasar hingga kesana kemari mencari secercah cahaya penerang. Perkenalan yang dimulai dengan kesunyian tanpa kata, entah berbagai gurauan diluncurkan, beranekaragam canda dikerahkan. Namun apa balasannya?  Diam, merapatkan bibirnya atau hanya sekedar senyum tak berarti. Waktu berjalan, tanah kering terus dibasahi guyuran hujan hingga menelenjanginya. Mengungkap jati diri sebenarnya, jati diri seorang BENTO. Gatheli, Peko’, bermain wanita dan unprediction. Sebuah kado surprise berarti buat kita, buat kembar dan ane nggak nyangka. Mission completed !

6. Dani aka Vokalis
Gambar 7. Dani
Satu-satunya ABG labil, sekdes hebat dan berintegritas.  Anak dalam sukorejo yang kata orang-orang tempatnya diujung gunung dengan arti lain pelosok or ndeso, itu data lapangan yang berbicara bukan berarti ane asal bicara. Mungkin dia seorang kembang desa di desanya, dan di kemiri barat ia seperti penahluk “berandal kecil”. Ditangannya hampir setiap bocah bocah tahluk, entah susuk apa yang ia pakai. FYI, ia seorang vokalis sebuah band ternama yang pernah punya job manggung di restoran. Semoga cerita cintanya terus bersambung...

7.Yogi aka Mase
Gambar 8. Mas Yogi
 Sebuah kiasan untuk mengawali perkenalan sosok ini, “Kedewasaan tidak bergantung pada usia seseorang. Namun kebijaksanaan muncul seiring bertambahnya usia dan hidup yang telah dihadapinya”. Satu-satunya sosok yang paling bijaksana, sosok yang paling tua. Maklum selidik punya selidik, rupanya angkatan 2008 dia, :o . Jauh 2 tahun diatas kami bersembilan. Awalnya mungkin ragu untuk menilai seperti itu, perkenalan kami bahkan diawali dengan guyonan ngaco!!! Celengeaan, guyonan, ra tau serius dan he have a talent to join with OVJ. Termasuk perokok aktif dan berat, bisa dibilang sepur berjalan bahkan dalam sehari 1 bungkus Marlb*ro merah ludes dibakar. Ckckck. But at last He’s wise man!!!

8.Tika aka Mata Belo
Gambar 9. Tika
And the last, sengaja ane taroh dia dipenutupan. Mata belo bukannya tidak punya arti, emang matanya belo, melotot, judes dan lebay kalo ngeliatin orang. Paling nyeremin gadis satu ini, apalagi kalo lagi PMS dan badmood. Kalo kata truk trayek antar pulau yang biasanya punya kata pemacu gelora dibelakang truk seperti “Punya istri banyak, Maknyusss. Punya Anak banyak, Mampusss” terus dibagian bawahnya bakal ada kata selingan “Jaga Jarak Anda”. Ya, jaga jarak, hindari dan cari aman. Tapi sih ga berlaku kalo sama ane deh, mau bete kek lanjut terus kerjain tu gadis. Mungkin juga ane orang yang paling dia benci kali. Hahaha. Tapi sebetulnya baik kok dia, asal jangan digelonggongin duren aja.
Gambar 10. Pandawa Empat

Semuanya sudah berlalu, akankah kisah mulai padam dimakan waktu?apakah Keakraban mulai pudar dimakan kesibukan masing-masing?.

Gambar 11. Kembang Desa
But its ok, we have a priority J Kita semua sibuk untuk urusan masing-masing, revisi skripsi, menanti dosen yang tak kunjung tiba, mengejar deadline yudisium atau yang sibuk membantu orang tua. Saking sibuknya kita, untuk sekedar meet up susahnya minta ampun. Beberapa kali agenda kita gagal terus guys, hahaha tapi ndak apa apa selow ae. Ane cuman bisa mendoakan sukses untuk kita semua, tercapai semua cita-citanya. Amin. Tapi… yuk coba kita kumpul lagi, mungkin itu nanti pertemuan lengkap kita yang terakhir.

Gambar 12. Bertujuh




Selasa, 24 Desember 2013

Sebuah Analogi

Bicara Analogi kehidupan disela kepenatan bahasan SOP menjadi daya tarik tersendiri. Daya tarik yang menjauhkan perhatian dari lembaran-lembaran kusut SOP sekusut bahasan yang tak kunjung usai. Menjauhi hal yang bersifat spesifik hasil penyatuan banyak kepala, mendekati hal yang relatif tak berujung dan tak berdasar. Hanya spekulasi dari pandangan, spekulasi dari pengalaman ataupun spekulasi tak mendasar alias ngaco!

[Piring Beling]
“kukuruyukkk,,, krrukkk,, krruukk,,,,”, Tiba-tiba alarm berbunyi. Alarm alamiah yang setia bunyi pada saatnya, nggak tergantung baterai. Entah itu baterai jenis alkaline atau ABC, yang jelas beda harga dan beda mutu. Alarm pengingat “jangan lupa makan” selalu berbunyi pada saatnya, tak menilai  itu waktu yang tepat atau tidak. Berjalan gontai perlahan menuju dapur, mencari secercah harapan pengisi perut kosong meredam nyanyiannya “Tong kosong nyaring bunyinya” kalo kata slank. Teronggok manis piring beling cantik dengan ukiran ungu bunga anggrek mengelilingi bibir piring disudut rak. Tangan lemah tak terisi energi hasil metabolisme tubuh tak kuasa mengambil piring dari peraduaannya, gaya gravitasi menuntun tuk mencium lantai “prankkkk” pecah terbagi dua berserakan.


Piring beling ibaratkan sebuah kesatuan hubungan, kesatuan rasa dan kesatuan cipta. Dua penciptaan yang disatukan dalam sebuah wadah, yang diinterpretasikan dalam piring beling. Piring beling indah dengan ukiran yang menghiasi, dihiasi oleh cinta kasih keduanya. Segala usaha cenderung bersifat fluktuatif, ada kalanya usahanya mencapai titik nol atau bahkan minus dengan memperburuk keadaan. Dan itulah waktunya piring beling terjatuh dan pecah, pecah terbagi dua.

This the question, what will you do?
1.Ambil dan perbaiki
Membungkuk mengambil pecahan piring dilantai, membersihkan pecahannya agar tidak ada orang lain yang tersakiti akibat pecahannya. Meminimalisir dampak perpecahan keduanya terhadap orang lain, cukup mereka rasakan berdua. Berusaha perbaiki dengan media perekat “lem alteco” ataupun kalau dijakarta terbiasa dengan “power glue”. Perekat super yang dapat digunakan segala jenis barang baik plastik, kaca dan sebagainya. Dioleskan pada sisi bagian yang pecah kemudian digabungkan kembali, ditunggu hingga kering dan jadilah piring beling seperti fungsi utamanya. Tetap terlihat jelas garis pecahan ditengahnya, garis yang membekas tidak dapat dihilangkan. Sebuah bekas yang tak kan hilang meski telah diperbaiki.  Garis yang mengukir di relung keduanya, tinggal kita memilih apakah tidak masalah dengan adanya bekas perpecahannya atau kita lanjut pada opsi ke 2. Sebenarnya  banyak nilai dalam goresan ini, sebuah bekas yang menjadi batu pijakan, menjadi pondasi dan batasan pengingat. Mengingatkan agar garis bekasnya tidak bertambah lagi, tidak makin merusak keindahan piring beling ini. Tetap berpedoman pada nilai dan fungsi suatu benda, sehingga mengoptimalkan penggunaannya. Meski tidak seindah saat baru, piring ini tetap berfungsi sewajarnya. Ya untuk makan.

2.Ambil, buang dan beli baru
Menjunjung tinggi nilai estetika mengesampingkan nilai fungsi, dasar pilihan opsi ini. Baik pilihan 1 dan 2 keduanya tetap sebuah usaha, yang menjadi perbedaan bukan dari usahanya akan tetapi dari sudut pandang menilai sebuah benda. Dengan konsep estetika, konsep kesempurnaan dan keindahan beranggapan point tersebut menjadi dasar utama, menilai fungsi benda akan berjalan optimal ketika searah dengan kesesuaian estetika dan kesempurnaan. Kata lainnya, sudahi hubungan yang telah rusak dan pecah. Biarlah menjadi masa lalu pengingat saat menjalin hubungan baru nanti. Pecahnya menjadi pengingat dan sebagai bahan evaluasi diri agar usaha dalam menjalin dan menjaga hubungin tidak mencapai titik nol bahkan minus dengan kata lainnya jangan sampai pada titik cerai karena akan sulit dalam hal rujuk ketika memiliki dasar konsep sebuah estetika dalam mencapai kesempurnaan. Meski kesempurnaan tidak akan tercapai, tapi apakah salah kita berusaha mendekati nilai sempurna?

[Piring Plastik]
Tidak kaku, elastis, fleksibel dan anti pecah. Sifat yang dimiliki sebuah piring plastik, aman dibawa kemana-mana meski disimpan pada tas yang penuh akan baju, celana dalam ataupun apasaja yang memberikan tekanan pada piring plastik. Tetap tak rusak, bertahan pada bentuk dan fungsinya meski ditekanan dari segala sisi. Fungsi yang dibangun berdasarkan konsep toleransi dan fleksibilitas, minimalisir pemicu api. Hubungan yang tidak kaku, tidak membatasinya selama masih dalam batas norma dan moral. Ini sebuah konsep paling ideal dalam hubungan, tidak protektif dan tidak terlalu kepo. Kepo is care but if over its really uncomfortable, bebas dalam batasnya inti analogi sebuah piring plastik.


Ingat ini tentang piring plastik, rusak hanya saat benar benar ada sebuah gaya luar yang begitu besar hingga merobek kesatuannya. Gaya yang kuat, bukan lagi pengaruh gaya gravitasi. Kebebasan itu terkadang mengundang pihak ketiga, dan itulah gaya pembangkitnya. Pilihan opsipun tetap hampir sama dengan piring beling, perbaiki atau beli baru. Thats your choice !

Sebuah analogi tak mendasar, hanya berdasarkan rangkuman obrolan beberapa kawan pejuang cinta. Masih banyak analogi sebetulnya, seperti paku vs tembok atau setengah piring beling-plastik. Jangan jadikan pedoman dan acuan, tetapi jika kejadian yang anda alami mirip dengan tulisan ini tidak salah ikuti sedikit saran dan masukannya. Hanya sebagai bumbu perjalanan hidup anda.



Rabu, 11 Desember 2013

Ratapan Kosong Salsa

Menuruni bukit Segar Bencah seakan menuju dimensi waktu yang berbeda. Hanya gesekan ilalang kekuningan memuaskan mata memandang, bau debu tanah liat mengusik hidung yang terbiasa mencium aroma asap putih knalpot dan nyanyian angin yang masuk menyela nyempit diantara daun telinga dan helm merah usang. Melibas apiknya aspal halus hasil proyek Dinas Pekerjaan Umum 4 bulan lampau, tak terlihat lagi lubang lubang hitam pencabut ajal pengendara hanya sedikit bekas tambalan masih tersisa. Pernah terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa salah satu mahasiswi Undip, minimnya penerangan yang ada mengaburkan lubang besar yang siap menyambut dan menggagalkan rotasi motor salah satunya roda motor yang ditumpangi mahasiswa tersebut. Innalillahi wa innailaihi rojiun.

Tak terasa terlihat plang “Panti Asuhan Al-Ishlah” disela rimbunnya dedaunan pohon rambutan yang mulai berbuah. Bersama tim magang BEM FPIK Undip duduk santai dengan adek adek yatim piatu tuk berbagi kebahagian. Bahagia yang sematanya tidak hanya dinikmati sendiri, tumpukan karung beras, susu, mie, baju layak pakai hingga kebahagian siap disalurkan. Disela tawa canda, perhatian tertuju pada sesosok adik kecil. Menjadi magnet pusat perhatian tak menjadikan adik kecil itu besar kepala. Cantik-imut bukan menjadi daya tarik utama, dibalik kecantikannya hanya ada ratapan kosong tanpa arti dimata adik kecil. Tak seperti anak seusianya yang penuh keceriaan menikmati dunia kecilnya, ratapan kosong bukan tanpa arti. Tanpa senyum yang menghiasi dan tawa yang meramaikan dunianya, entah apapun godaannya adik kecil hanya memandang kosong, tanpa senyum dan diam.

“adiknya kenapa ya?”,tanyaku.

“mungkinkah ada hal yang membebaninya dimasa lalu?”, ujar prima.


Lensa kamera cukup mengabadikan dinginnya adik kecil, merekam indahnya ciptaan Allah dibalik ratapan kosong adik kecil. Mencoba menghangatkan dengan sedikit pelukan, memberikan arti dibalik kekosongannya. Sedikit kebahagiannya ini untuk adik kecil dan panti asuhan Al Ishlah. Masa depan masih panjang untuk mereka, ya masih panjang untuk adik kecil “Salsa” namanya.

Senin, 09 Desember 2013

Tembang Konco

Sahabat bukan berarti teman yang telah lama disamping kamu, yang sejak SD hingga SMA selalu sekelas atau sekedar pulang kerumah naik angkot bersama.
Sahabat juga bukan orang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk kamu, tidak juga dengan selalu meminjamkan uang disaat akhir bulan yang mencekik.
Sahabat bukan seorang yang selalu bersedia jadi ojek pengantarmu pulang pergi kekampus. Apalagi bukan orang yang nikung kamu.
Sahabat bukan yang bareng bareng nyari voucher promo makan gratis disegala penjuru mall.
Sahabat itu simpel, membuat segala kerumitan pola jerami sesimpel menggambar lingkaran yang didalamnya ada titik dua dan tutup kurung yang berputar 90 derajat.
Sahabat itu faham, faham atas dirinya dan dirimu.
Sahabat itu tak terlihat, jadi invisible man yang selalu mengawasimu.
Sahabat itu bebas, memberi kebebasanmu sebebas-bebasnya tanpa ada batasan yang berarti.
Sahabat itu dirimu, dirimu yang paling mengerti dirimu sendiri, dirimu yang menentukan jalan.

Jumat, 06 Desember 2013

Mana temamu?

Ada yang mengatakan,”Cinta itu membutakan”.
Realita yang terjadi diantara pemuda-pemudi bahkan pada orang dewasa diatas 30an. Keberadaan Facebook.com sebagai ajang curhat online digeser oleh twitter.com dengan timeline sampahnya. Timeline yang men-update hingga 20 tweet/detik, saya sebut sampah online meskipun saya menggunakannya but im not addict. Biar enak dibaca bahasan kali ini akan saya bagi dalam sub-tema, dimulai dari :

[Butakan akun online]
NYAMPAH di timeline jadi keseharian orang bersangkutan. Saat sedang dilanda rindu, galau, ngefans kaka senior, berantem sampe ngefans sama pacar orang. Arus globalisasi mau ga mau suka ga suka menyeret kita masuk dalam dunianya. Curhat atau sekedar cerita kini bergeser di akun online. Ga cuman sunatan aja yang bisa massal, curhat juga bisa curhat massal. Bahkan saya punya teman yang saya sebut “pejuang twitter” bisa jadi dia penyumbang terbesar pemasukan perusahaan twitter.com dari tweet-tweetnya. Dari data yang dihimpun tweet temen gw mencapai 22.296 ! dan ini salah satu tweetnya “Bang, pesen nasi goreng rasa masih cinta satu. Sama sate kepingan-kepingan hati yang terbuang 2 tusuk. Bakarnya agak gosong biar asoy”. Galau abis ! ! ! hampir seluruh tweetnya ya kata-kata menyentuh hati. Bahkan menurut gw bisa kali itu dijadiin buku dari kumpulan tweetnya. Ntr modelnya kayak @radiogalaufm bakal keren dah. So cinta butakan akun online ! semangat buat temen saya !

[Butakan duit]
Untuk tema ini setelah penulis pertimbangkan, kayaknya ga perlu dibahas lagi deh. Basi !

[Butakan temen]
Pepatah yang main disini “pagar makan taneman” emang bisa ya?? Ambigu buat pepatah yang satu ini dan jadi terpaksa beralih sama pepatah “dikasih hati, malah minta jantung”. Hidup selalu berkompetisi, soal yang satu itu juga termasuk. Langsung pada kasusnya aja deh, saat mahasiswa baru menjajaki dunia kampus ketika para mahasiswa tua eksis entah di panitia PMB, di jurusan ataupun sebagainya dengan mayoritas tujuan yang sama à survei maba. Pas ada maba yang cling-cling dikit, langsung aje disamber. Siapa cepat siapa dapat ! . Ga masalah sih kalo objeknya belum punya penjaga, nah kalo udah. Ini yang kita sebut “All you eat and take, dont care anything and around you”. Hidup masa muda kejam rupanya, padahal nanti kalo udah kerja bakal lebih kejam lagi, hmm just prepare all from now !. Cinta itu fluktuatif, kalo kata seseorang “Anget anget tai ayam” haha. Di awal sayang-sayangan terus dipertengahan mulai deh menghilang dan mengkabur bersama gelap malam. SMS jarang apalagi telepon, eh selidik demi selidik si doi malah lagi asik WA sama sahabat sendiri brohh dan itu lawan jenis.” WTF, Anjir, ngajak ribut ni orang!” 3 prediksi kata yang bakal diungkapin si korban. Ada kasus lain, dan ini yang saya kagumin. Dia suka dengan seorang wanita tapi nasib saat ini berkata lain, sang wanita udah punya pasangan. Dan yang dia lakuin saat ini cukup ngefans dan bakal selalu dukung kalau cewek itu bahagia.”Jika kamu sangat menyukai seseorang, kemudian ada yang seseorang yang menyayangi dan mengasihinya. Maka kamu akan benar-benar berdoa dari hati yang paling dalam agar dia bahagia selamanya”- you are the apple of my eyes .

[Butakan temen LAGI]
“Suka Duka kita kan selalu  bersama sobat !”,ucap seorang sahabat.
Emang pas dia duka kita bersama-sama, namun saat suka dia lupa dengan sahabatnya. Banyak terjadi pada pria yang baru punya gandengan. Dulu aja pas masih jomblo, suka duka maunya bareng-bareng. Nah pas udh ada gandengan, dukanya bareng konco eh sukanya bareng pacar. -__- Lupa teman ! Butakan !

[Butakan Orang tua]
Tema yang satu ini berbahaya, durhaka deh kalo emang terjadi sama kalian pembaca. Tema ini mencakup segi material dan ikatan. Material yang dibahas apalagi kalo ga uang, foya-foya, bergaya ria bersama kekekasih dengan uang dari orang tua. Nggak kebayang apa susahnya nyari duit? Saya hargain buat mereka yang bergaya ria pake uang keringet mereka sendiri. Soal ikatan terkadang ada beberapa oknum saat sedang menghadapi suatu rintangan dan apapun hasilnya, eh yang dikabarin duluan siapa?pacarnya ! -_- . Nah sedangkan ortunya yang udah harap-harap cemas dari lubuk hati terdalam mendoakan anaknya untuk kebaikannya malah di duain. Durhaka brohhh !

[Butakan cewek sekitar lo]
Yang ini berlaku buat pria-pria sejati, sejati menjaga perasaannya, menjaga dan menjauhkan pandangan hal-hal yang nggak berguna. Secara langsung membutakan cewek cewek yang lebih berpotensi.hahaha

Nah cukup kayaknya bahasan kita kali ini, Sekedar menghibur dan merefleksikan pembaca ditengah kepenatan browsing tugas yang tak kunjung kelar ! haha

Kamis, 21 November 2013

Dikepoin nih ye !

“Wajar apabila aksi penyadapan itu dilakukan tanpa diketahui siapapun. Tidak wajar kalau ketahuan”, Panglima TNI.

“Oi,, ini privasi gw!!”, teriak indonesia.
“Lo ga punya etika ye!?”, teriaknya lagi.
Yep, tajuk utama bulan ini “INDONESIA DI SADAP”. Eh tapi lebih tepatnya “INDONESIA DI KEPOIN”, petinggi NKRI dikepoin mulai dari bapak SBY, Ibu Ani, Boediono, Yusuf Kalla dan para menteri lainnya. Disadap dari pembicaraan yang paling penting dan rahasia hingga pembicaraan rahasia suami istri “ Mah,,, nanti malem ya “. Untuk kasus ini untungnya aja yang disadap hanya secara audio bukan secara visual, tajuknya bakal lebih heboh lagi.

Indonesia menunggu, menunggu kepastian “Australia tidak akan meminta maaf”. Hal yang udah jelas, Australia nggak akan minta maaf karena ya merasa hal yang mereka lakuin adalah hal yang benar untuk stabilitas keamanan negaranya ditambah punya bekengan paman sam. Jelas australia berani, jelas australia tegas dalam menentukan sikap. Mari kita bandingkan sikap indonesia yaitu menunggu, menarik duta besar, mengusir duta besar, menghentikan sementara berbagai kerjasama dan meminta kejelasan. Cukup berani !

Point penting disini adalah, penyadapan adalah hal yang wajar. Jelas setiap negara saling memata-matai. Hal ini udah terjadi semenjak perang dunia pertama hingga saat ini,  saling mengawasi untuk keamanan negaranya. So sadap menyadap sebetulnya adalah hal yang lumrah, banyak terjadi diantara negara negara yang ada meskipun ini melanggar konvensi wina. Disini yang berbicara dan menjadi pemeran utama adalah “teknologi”. Semakin maju dan canggih teknologi makin mudah menyadap dan sulit disadap. Dan ini harus menjadi pelecut BIN untuk engga kecolongan lagi. Dan silahkan BIN menyadap informasi negara lain untuk keamanan NKRI. Itu perlu ! ! !