My Journey

My Journey
Sekapur Barus
monggo kepada para penjelajah dunia maya untuk menjelajahi blog ini.blog yang isinya kumpulan tugas kuliah,catetan dan kejadian aneh lainnya,walaupun kayak gini isinya semoga bermanfaat.NO SARA , NO PORNO , NO RASIS . salam damai ! ! !

Jumat, 07 Oktober 2011

Sargassum polycystum

PENDAHULUAN
Gulma laut atau rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Istilah "rumput laut" adalah rancu secara botani karena dipakai untuk dua kelompok "tumbuhan" yang berbeda. Dalam bahasa Indonesia, istilah rumput laut dipakai untuk menyebut baik gulma laut dan lamun.
Yang dimaksud sebagai gulma laut adalah anggota dari kelompok vegetasi yang dikenal sebagai alga ("ganggang"). Sumber daya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Gulma laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Di beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, gulma laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, gulma laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, gulma laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.
Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis gulma laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis gulma laut yang banyak dibudidayakan di antaranya adalah Euchema cottonii dan Gracilaria spp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya gulma laut ini di antaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.
Pada paper ini akan dibahas tentang rumput laut jenis Sargassum polycystum, Sargassum polycystum merupakan salah satu spesies dari makroalga divisi Phaeophyta. Phaeophyta secara umum memiliki ciri-ciri memiliki bentuk thalus lembaran, bulat, atau menyerupai batang; warna thalus coklat. Phaeophyta memiliki pigmen fotosintetik klorofil a dan c, xantofil, fukoxantin, dan diatosantin. Cadangan makanan Phaeophyta berupa laminaran dan mannitol. Dinding sel umumnya mengandung asam alginat dan asam fucinat.
Ciri-ciri Sargassum polycystum tidak jauh berbeda dengan cirri-ciri umum Phaeophyta. Thalus silindris berduri-duri kecil merapat, holdfast membentuk cakram kecil dengan di atasnya secara karakteristik terdapat perakaran/stolon yang rimbun berekspansi ke segala arah. Batang pendek dengan percabangan utama tumbuh rimbun.
ISI
Klasifikasi
 Klasifikasi tumbuhan Sargassum polycystum adalah sebagai berikut :
Divisi   :Phaeophyta
Kelas   :Phaeophyceae
Bangsa :Fucales
Suku    :Sargassaceae
Marga :Sargassum
Jenis    :Sargassum polycystum
Sebaran
Penyebaran Sargassum polycystum  terdapat di daerah tropis, Sargassum, Turbinaria, dan Hormophysa merupakan spesies utama penghasil alginat. Namun di Indonesia marga yang lebih umum dijumpai dan melimpah ruah adalah Sargassum dan Turbinaria.
 Manfaat
Sargassum polycystum merupakan sumber penghasil alginat. Alginat merupakan polimer organik yang tersusun dari dua unit monomer yaitu L-asam guluronat dan D-asam manuronat. Polimer alginat yang bersifat koloid, membentuk gel, dan bersifat hidrofilik menyebabkan senyawa ini dimanfaatkan sebagai emulsifying agent, thickening agent, dan stabilizing agent.
Sifat Alginat
Polisakarida alginat merupakan senyawa polimer yang tersusun dari monomer-monomer asam D-mannuronat (M) dan asam D-guluronat (G). Sifat-sifat fisikokimia seperti viskositas dan rasio monomer penting artinya dalam pemanfaatan alginat pada berbagai industri, misalnya industri makanan, minuman, kosmetik, cat, tekstil, dan lain-lain.
Viskositas maupun gel strength merupakan dua karakteristik kunci dalam kualitas alginat. Rasio monomer yang menyusun alginat juga penting dalam pemanfaatan terutama dalam kaitan sifat bioaktifnya maupun sifat tekstur dari gelnya. Viskositas maupun rasio monomer dipengaruhi oleh proses ekstraksi alginat, spesies alginat yang berbeda, dan tempat tumbuhnya spesies yang sama.
Diduga bahwa alginat yang memiliki rasio M/G > 1 memiliki tekstur yang kenyal dan lebih sesuai untuk dimanfaatkan dalam kosmetik ataupun penggunaan sebagai moisturizing, sedangkan alginat yang memiliki rasio M/G < 1 mempunyai sifat bioaktif.
Adanya gugus COOH dan polyol dalam asam mannuronat yang bersifat asam dan bersifat alkohol memungkinkan senyawa ini menembus ke dalam jaringan-jaringan kulit dan terikat pada lapisan kulit yang sempurna. Terdapatnya polyol atau struktur polyacidic dari asam mannuronat dalam alginat mempunyai efek membantu mempertahankan air dalam jaringan kulit. Apabila mannuronat lebih tinggi daripada guluronat berarti alginat bagus dimanfaatkan dalam kosmetik.
Pemanfaatan Alginat dalam Bidang Kesehatan
Menurut dr Kurniadi, dokter di RSUD Raden Mattaher alga, terutama alga cokelat mengandung besi, yodium, dan mineral-mineral lainnya. Selain itu Sargassum mengandung senyawa untuk anti-bakteri, anti-tumor, anti-tekanan darah tinggi, mengatasi gangguan kelenjar, dan penyakit gondok. “Hasil penelitian alga coklat jenis Sargassum yang potensial untuk bahan makanan dan obat-obatan adalah Sargassum polycystum,” jelasnya kepada Jambi Independent.
Hasil uji farmakologi, Na-alginat merupakan senyawa serat yang mudah larut dalam air, membentuk suatu larutan kental dan tidak bisa dicerna oleh cairan yang disekresi dalam saluran cerna. Saat larut dalam air, serat natrium alginat membentuk kisi-kisi seperti jala yang mampu mengikat kuat banyak molekul air dan menahan zat terlarut air dengan baik. “Serat yang larut dalam air dapat menurunkan kadar kolesterol secara efektif,” jelas Kurniadi lagi. Karena serat akan mengikat asam empedu yang berguna untuk mengemulsikan lemak dan kolesterol yang terdapat dalam sistem saluran cerna, lalu membawanya keluar tubuh bersama dengan tinja sehingga kadar asam empedu dalam tubuh jadi berkurang.
Selanjutnya hati sebagai organ yang memproduksi asam empedu harus mengganti asam empedu yang hilang akibat diikat oleh serat. Untuk membentuk asam empedu, hati memerlukan kolesterol. Kolesterol dalam darah akan disirkulasikan ke hati, lalu di dalam hati kolesterol diurai menjadi asam empedu. Berkat jasa serat, kolesterol dalam darah dapat direduksi. “Ini berdasarkan hasil penelitian ilmuwan, terutama dengan pengujian hewan percobaan tikus,” katanya.
Pemanfaatan Alginat dalam Bidang Industri
Menurut Kurniadi, alginat yang diekstrak dari alga cokelat, pemakaiannya dalam industri sangat luas, di antaranya dalam industri makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, kertas, deterjen, dan sebagainya. Dalam industri, Na-alginat digunakan sebagai pembentuk gel (geling agent), pengemulsi dan penstabil emulsi (emulsifying and stabilizing agent), pensuspensi (suspending agent), pengikat (binding agent), penghalus (finishing agent), pengeras kain (stiffening agent), pembentuk struktur (sizing agent), dan penjernih (clarifying agent).
 Gambar
Description: http://3.bp.blogspot.com/-iXEMwZt5gqQ/To9X1M51DMI/AAAAAAAAAAM/I8Df1GClOrY/s320/images.jpeg
Sargassum polycystum

KESIMPULAN
Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT tidak ada yang tidak memberikan manfaat kepada manusia.Tergantung bagaimana cara kita memanfaatkannya.Dengan ilmu pengetahuan kita dapat dengan lebih memanfaatkan segala sesuatu.
Begitu juga dengan Sargassum polycystum , tumbuhan ini dapat menghasilkan alginat dimana yang memiliki tekstur yang kenyal dan lebih sesuai untuk dimanfaatkan dalam kosmetik ataupun penggunaan sebagai moisturizing, Selain itu Sargassum mengandung senyawa untuk anti-bakteri, anti-tumor, anti-tekanan darah tinggi, mengatasi gangguan kelenjar, dan penyakit gondok.
DAFTAR PUSTAKA






.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar